Berkah Jelang Ramadan, Anak-anak Jadi Pembersih Makam

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Tradisi ziarah jelang menyambut Ramadan rupanya membawa berkah tersendiri bagi anak-anak Kelurahan Kebun Jahe, Tanjungkarang Timur, Bandarlampung, untuk meraup rezeki dengan menjadi pembersih makam biasa dikenal ngoret.

Berbeda dengan hari-hari biasanya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kebun Jahe terlihat sepi. Tapi, sejak beberapa hari memasuki Bulan Ramadan TPU tersebut mulai dikunjungi para peziarah yang melakukan tradisi ziarah kubur atau nyekar kemakam sanak dan keluarga.

Banyaknya peziarah berdatangan, ternyata membawa berkah sebagian anak-anak yang menjadi pembersih makam. Seperti terlihat pada Sabtu (12/5), belasan anak-anak yang berusia 8 hingga 10 Tahun berkumpul di TPU yang terletak di Jalan Kemboja tersebut.

Di TPU itu, anak-anak bertugas membersihkan makam seperti mencabut rumput yang biasa tumbuh diatas makam dan membersihkan area sekitar makam dari dedaunan serta ranting pohon dengan menggunakan sapu lidi. Usai melakukan itu mereka akan mendapat imbalan berupa uang dari penziarah.

Baca Juga:   230 Berkas Pelamar CPNS Pemkot Bandarlampung TMS

Rafina Apiria (8) jasa pembersih makam TPU Kebun Jahe mengaku, menjadi jasa pembersih makam, hanya mengisi waktu luang libur sekolah untuk mencari uang tambahan jajan. Dalam sehari dia mampu mendapat uang hingga Rp. 50 ribu rupiah.

“Biasanya yang datang ziarah kesini kasih kami uang Rp. 5 hingga 10 ribu. Tapi, kami harus bersihkan makamnya dulu baru dikasih uang,” ujarnya kepada radarlampung.co.id, Sabtu, (12/5).

Menurutnya, menjadi pembersih makam ini dilakukannya setiap jelang ramadhan,”Bukan saya aja yang jadi pembersih makam tapi ada teman-teman lain juga. Semuanya masih orang sini juga,” kata dia.

Hal senada diungkapkan oleh M Nur Hafis Ramadhan (10) mengatakan, dirinya bersama teman-temannya setiap tahun atau jelang ramadhan dipastikan akan menghabiskan waktu di pemakaman.

Baca Juga:   Tahun Ini, Pemkot Bangun Tiga Puskesmas

“Biasanya dua hari mau puasa itu sudah mulai ramai, kalau sekarang belum ramai. Dua hari mau puasa sehari bisa dapat Rp. 200 ribu. Uangnya saya pakai untuk jajan dan separuhnya kasih ke orangtua untuk keperluan sekolah,” ujarnya.

Dia menambahkan, menjadi pembersih makam atas kemaunya sendiri dan kedua orangtua pun tidak melarangnya.”Kemauan sendiri aja, ada juga yang disuruh orangtuanya. Habis dapat duitnya lumayan sih,” tandasnya. (ndi/ang)




  • Bagikan