Bermula dari Dua Kolam, Pernah Tersapu Banjir, Kini Hasilkan Lele 15 Ton

  • Bagikan
Abdul Jabar pengusaha lele yang kini memiliki 26 kolam lele. Foto ist

RADARLAMPUNG.CO.IDPeluang pasar ikan lele di Indonesia masih tergolong besar. Jika ditekuni, budidaya ikan lele akan menghasilkan keuntungan menggiurkan.  Seperti yang dilakoni Abdul Jabar peternak lele di Desa Seputih Lampung Tengah.

Menurut suami dari Hayati ini, menekuni ternak lele memang tidak mudah. Usahanya juga tak selalu berjalan mulus. Jabar pernah mengalami kerugian puluhan juta rupiah lantaran kolam diterjang banjir. Semua kolam miliknya habis disapu banjir. Karenanya Jabar harus memulai dari awal lagi dengan membeli bibit bibit baru.


Awal membuka usaha Jabar bermodalkan dua kolam. Pakan lele menggunakan dedak dan ikan asin. “Saat itu tidak ada orang yang percaya memberi hutangan pakan ternak. Jadi kita harus berusaha memberi makan lele dengan usaha sendiri,” katanya.

Baca Juga:   SPPN VII Susun Draft Perjanjian Kerja Bersama Periode 2022-2023

Setelah tiga bulan, baru mulai ada hasil panen lele.Uang hasil panen terus dibelikan bibit bibit dan pakan ternak lagi. Sehingga bisa menambah jumlah ikan yang diternak. Setelah berjalan lima tahun sejak mulai usaha tahun 2008, baru mulai membuat kolam-kolam tambahan.

Berkat ketekunan dan kegigihan pria kelahiran 1973 ini sekarnag sudah memiliki 26 kolam dari awalnya hanya 2 kolam ternak lele. Bahkan saat ini sudah mengembangkan dengan memelihara gurami. Setiap kolamnya menghasilkan 2 ton lele jenis masomo dengan ukuran 5-8 ekor perkilogramnya.

Saat ini, hasil ternak lele nya lebih banyak dijual diwilayah Baturaja Sumatera Selatan. Permintaan lelenya bisa mencapai 15 ton perbulannya. Jabar juga sudah dibantu tiga karyawan untuk menjalankan usahanya.

Baca Juga:   Seksinya Lahan PTPN VII

Abdul Jabar mengaku kesuksesannya berternak lele tidak terlepas dari peran PTPN VII. Disaat butuh modal, dirinya menerima bantuan pinjaman dengan bunga ringan. “Selain mendapatkan pinjaman modal, PTPN VII juga memberikan pembinaan agar bisa memasarkan usahanya,” kata Jabar.

Ia berharap usaha yang ditekuni bisa berkembang dan lebih maju lagi. Apalagi saat ini telah mendapatkan suntikan tambahan modal dari PTPN VII.

“Saya berterima kasih telah diterima sebagai mitrabinaan PTPN VII. Bantuan dari PTPN VII kami gunakan untuk membeli bibit ikan gurame dan lele. Awal mengenal adanya kemitraan di PTPN VII, dari seorang teman yang bekerja di PTPN VII. Saya sangat bersyukur bisa diterima menjadi bagian PTPN VII,”  tutupnya. (rls/wdi)




  • Bagikan