Berpura Kecelakaan jadi Modus Kawanan Pencurian Bungkil Sawit

  • Bagikan
Kapolsek Panjang Kompol Sofingi saat mengintrogasi kawanan pencuri bungkil sawit di Mapolsek Panjang, Rabu (16/1). Foto Melida Rohlita/radarlampung.co.id

radarlampung.co.id – Berpura-pura kecelakaan menjadi modus kawanan ini untuk mencuri bungkil sawit (pakan ternak) milik perusahaan ekspedisi Nusa Arum. Kasus ini terbongkar menyusula adanya kecurigaan dari pihak kepolisian tas kecelakaan yang terjadi

Kapolsek Panjang Kompol Sofingi mengatakan setelah mendapatkan laporan dari perusahaan ekspedisi bahwa mobil perusahaan yang mengangkut bungkil sawit dengan total muatan 19 Ton 400 kg telah mengalami kecelakaan dari Jambi menuju Lampung. Kecelakaan terjadi pasa 1 Desember 2018.

Menurutnya, dalam insiden tersebut pihaknya menemukan tidak ada tanda kecelakaan dan menetapkan hal itu murni tindak kejahatan pencurian terencana. Setelah dilakukan penyelidikan, akhirnya ditetapkan empat orang sebagai tersangka, yakni, Reki (24), Tomi (24) dan Asep (22) warga Panjang Bandarlampung. Sedangkan satu tersangka lainya, Ari (35) warga Kertapati Palembang.

Baca Juga:   Sempat Viral di Medsos, Ini Pernyataan Kasat Narkoba

“Setelah kita selidiki ternyata itu bukanlah kecelakaan tetapi murni curat yang berpura-pura kecelakaan untuk menutupi aksinya. Alhasil pada 7 Januari lalu kita tangkap tersangka Reki dan kawan-kawan ini di kediamannya masing-masing di daerah panjang,” kata Sofingi saat ekspos dui Mapolsek Panjang, Rabu (16/1).

Sementara saat ditanya petugas, tersangka Ari yang merupakan pekerja di perusahaan eskpedisi tersebut mengaku menelepon Reki yang diketahui Supir di perusahaan yang sama.

Kala itu, Ari menelpon untuk berniat meminjam uang. Namun bukan uang, Reki justru menganjurkan untuk menjual bungkil sawit yang dibawa ke salah perusahaan di Panjang, Bandarlampung.

“Akhirnya ketemuan di Jalan Soekarno Hatta dan si Reki mengajak Aris, Tomi, Asep untuk menurunkan barang, dan langsung kita ambil dan jual 8 ton dengan harga Rp1000/kg dan mendapat Rp8,5 juta,” kata Ari.

Baca Juga:   Cegah Covid-19, Ratusan Warga Binaan Rutan Kelas I Bandarlampung Divaksin

Menurutnya, untuk menutupi kekurangan bungkil sawit yag sudah dijual, lalu semua karung bungkil sawit di oplos dengan pasir yang dibeli dari hasil penjualan sebelumnya.

“Ya saya ajak Aris, Tomi dan Asep buat turunkan sekaligus beli pasir pakai uang hasil penjualan bungkil. Kemudian pasir itu dimasukan ke karung berisi bungkil biar beratnya utuh. Uangnya dibagi Ari dapat Rp3 juta sedang sisanya kita bagi rata Rp500 ribu,” terangnya.

Sementara Reki menuturkan diperjalanan dirinya mendapatka ide lain dari Ari, yakni menggulingkan mobil truk bawaannya agar terlihat seperti kecelakaan. “Saya disuruh Ari buat gulingin mobil ke siring,” pungkasnya. (mel/kyd)




  • Bagikan