Bertambah Dua, Unila Kini Punya 68 Guru Besar

  • Bagikan
Wakil Rektor I bidang Akademik, Prof. Dr. Heryandi, S.H.,M.S.

radarlampung.co.id-Universitas Lampung (Unila) awal tahun 2021 ini menambah jajaran guru besarnya.

Mereka Prof. Dr. Dyah Wulan Sumekar RW, SKM., M.Kes yang juga Dekan Fakultas Kedokteran Unila dan Prof Dr. dr. Asep Sukohar, S.Ked., M.Kes., Sp.KKLP, Wakil Rektor II bidang Umum dan Keuangan Unila.

Wakil Rektor I bidang Akademik, Prof. Dr. Heryandi, S.H.,M.S. kepada radarlampung.co.id Rabu (3/2) mengatakan dengan bertambahnya dua guru besar ini, kini total guru besar di Unila sebanyak 68 orang.

“Iya Unila memang baru menambah dua guru besar, yaitu prof asep dan prof Wulan yaitu bu Dekan Fakultas Kedokteran itu. Jadi total saat ini 68 guru besar,” jelas Prof Heryandi.

Baca Juga:   Soal KBM Tatap Muka, Tergantung Kabupaten/Kota

Dia menambahkan, untuk tahun ini Unila mengusulkan 34 guru besar dari 8 fakultas. Dari 34 usulan ini didominasi dari teknik, MIPA, namun diakuinya jumlah guru besar ini hampir rata disemua fakultas karena masuk program Unila.

“Jadi karena program kita tiap fakultas itu ada 5 usulan guru besar dan 5 lektor kepala. Kita sdah membentuk tim percepatan guru besar untuk membantu dosen dalam pengusulan guru besar,” tambahnya.

Namun diakuinya, untuk pengusulan guru besar ini melalui proses yang cukup panjang.

“Namun yang kadang penilaian tim kita disini dengan tim di Jakarta itu berbeda. Saya ambil contoh misalnya kita menilai karya ilmiah dosen itu 24, sehingga jika kita totalkan angka kreditnya itu cukup dari poin-poin itu. Namun penilaian di Jakarta berkurang, ya itu kendalanya,” katanya.

Baca Juga:   Jalur Zonasi Bisa Motivasi Sekolah Tingkatkan Akreditasi

Kendala lainnya berkaitan dengan dengan terkendala minat dosen menjadi guru besar.

“Itulah yang mau kita dorong terus. Tapi secara teknis penghambat tidak ada tinggal penilaian saja, kalau kurang kita tambahi begitu. Tapi kami tetap berharap bisa keluar (gelar guru besar) di tahun ini,” tandasnya. (rma/wdi)



  • Bagikan