BI Dapat 1.566 Aduan Kartu Kredit, Kasus Gestun Terbanyak

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Sepanjang 2017, Bank Indonesia (BI) menerima pengaduan dan permintaan informasi di bidang sistem pembayaran sebanyak 16.810. Sebanyak 2.210 berupa pengaduan dan sebanyak 14.600 merupakan permintaan informasi.

Pengaduan konsumen pada 2017 meningkat 13,33 persen dari tahun 2016 atau dari 1.950 menjadi 2.210. Sedangkan untuk permintaan informasi, pada periode yang sama meningkat sebanyak 2.669 (22,37 persen) yaitu dari 11.931 menjadi 14.600.

Dikutip Laporan BI bidang Edukasi Konsumen, Pengaduan konsumen sistem pembayaran didominasi oleh instrumen kartu kredit sebanyak 1.566 atau 70,86 persen, dengan pengaduan terbanyak disebabkan oleh adanya praktik gesek tunai/gestun, surcharge dan double swipe sebanyak 393.

Adapun laporan atau aduan soal etika penagihan oleh bank sebanyak 338 aduan dan produk yang digunakan oleh orang lain sebanyak 83 pengaduan.
Baca Juga:   Vaksinasi Gotong Royong Charoen Pokphand Group Lampung

Sementara, permintaan informasi terkait sistem pembayaran ke BI pada 2017 didominasi penyediaan atau penggunaan uang sebanyak 9.233 atau 64,24 persen dan disusul soal kewajiban penggunaan rupiah di wilayah NKRI.

Seluruh pengaduan konsumen yang disampaikan kepada Bank Indonesia telah ditindaklanjuti dengan pelaksanaan edukasi, konsultasi dan fasilitasi. (cnb/ynk)

Adapun rincian sebagai berikut:

  • Edukasi dengan memberikan pemahaman kepada konsumen mengenai jasa SP
  • Konsultasi dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat dan penyelenggara apabila terdapat permasalahan dalam penggunaan jasa SP
  • Fasilitasi dengan mempertemukan antara Konsumen dengan Penyelenggara guna menyelesaikan sengketa yang mengandung unsur keperdataan



  • Bagikan