BI Dorong Pengembangan Ekonomi Syariah

  • Bagikan
Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia Bambang Himawan. Foto Tangkapan Layar
Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia Bambang Himawan. Foto Tangkapan Layar

RADARLAMPUMG.CO.ID – Bank Indonesia berupaya mengembangkan pesantren untuk mendorong pengembangan ekonomi syariah secara nasional. Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia Bambang Himawan menuturkan, pihaknya sudah lama mencoba untuk mengembangkan pesantren sebagai bagian dari pengembangan ekonomi syariah secara nasional khususnya BI.

“Banyak lembaga yang terkait dan terlibat dalam pengembangan ekonomi syariah itu. Salah satu bagian dari pengembangan ekonomi syariah di Indonesia yakni bagaimana pesantren ini bisa berdaya dan diberdayakan maksudnya ditingkatkan keberdayaannya. Saat ini sudah banyak pesantren yang masuk dalam dunia bisnis,” katanya dalam webinar “Potensi dan Tantangan Pesantren dalam Pengembangan Ekonomi Syariah” yang merupakan rangkaian Lampung Begawi 2021, Jumat (10/9).


Ia mengatakan, dalam pengembangan ekonomi syariah, BI memiliki peran yang kadangkala menempatkan diri sebagai akselerator, supaya mengetahui bahwa kewenangan pesantren ada di Kemeng tapi posisi BI sendiri mencoba untuk bekerja sama dengan lembaga lain untuk ikut bersama-sama mempercepat membantu mendorong ekonomi syariah. Kemudian, BI juga sebagai inisiator, dengab memprakarsai inovasi dalam program pengembangan ekonomi syariah. Di sisi lain, BI juga menjadi regulator yakni merumuskan dan menerbitkan ketentuan sesuai dengan kewenangan BI.

Baca Juga:   Sinergi Terbentuk, Bisnis BRI Didorong Dari Mikro, Oleh Mikro, Dan Untuk Mikro

Dia juga mengungkapkan, prinsip pengembangan usaha pondok pesantren yang memberikan kontribusi nyata terhadap perekonimian, mendukung penguatan ekonomi syariah, membangun ekosistem pesantren, peta jalan pesantren, peningkatan akses pesantren melalui networking, marketing, pasar, keuangan, digitalisasi dan teknologi. Serta membangun enabler dengan memperkuat infrastruktur dan kerja sama kelembagaan.

“Pada saatnya masing-masing pesantren memerlukan sarana prasarana tertentu yang mungkin berbeda tapi saling melengkapi,” imbuhnya.

Ia mengungkapkan, seringkali dalam melakukan suatu hal ditemui hambatan dalam perjalanannya, begitu juga dalam pengembangan kemandirian ekonomi pesantren, diantaranya marketing, networking, capability, dan financing. “Adanya keterbatasan permodalan sendiri dan akses ke lembaga keuangan,” ujarnya.

Ketua Umum DPP Hebitren Indonesia KH Hasib Wahab Hasbullah menuturkan, tantangan dalam pengembangan pesantren, yaitu salah satunya sumber daya manusia. “Tentu kita membutuhkan SDM yang ahli dan profesional untuk mengembangkan ini,” ujarnya.

Baca Juga:   Inovasi Rerbaru Dari AQUA Japan Dikenalkan Dalam Virtual Media Luncheon 2021

Sementara, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Budiharto Setyawan mengatakan, Hebitren ini juga merupakan corporatisasi, dan memberikan peluang untuk mengintegrasikan beberapa kegiatan ekonomi. “Dan itu mendapatkan dukungan dari lembaga bantuan dana bergulir yang diharapakan dapat berkembang di Lampung yang memiliki banyak potensi,” pungkasnya. (rur/sur)




  • Bagikan