BI Percepat Digital Rupiah Menjadi Alat Pembayaran yang Sah

  • Bagikan
BIRAMA 2021 sebagai media dialog BI dengan masyarakat, khususnya seputar prospek perekonomian dan arah kebijakan pada 2022. Foto Tangkapan Layar
BIRAMA 2021 sebagai media dialog BI dengan masyarakat, khususnya seputar prospek perekonomian dan arah kebijakan pada 2022. Foto Tangkapan Layar

RADARLAMPUNG.CO.ID – Bank Indonesia tengah mempersiapkan untuk mempercepat penerbitan digital rupiah. Hal ini dikatakan Kepala Grup Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran, Bank Indonesia, Retno Ponco Windarti dalam acara Bank Indonesia Bersama Masyarakat (BIRAMA) 2021: Inovasi Mendorong Pemulihan Ekonomi secara virtual, Jumat (3/12).

Ia menuturkan, BI akan menerbitkan digital rupiah sebagai alat pembayaran yang sah di NKRI, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan infrastruktur sistem pembayarannya, pasar uang yang terintegrasi, dan terinterkoneksi.



Diungkapkan Retno, pihaknya tengah memilih platform teknologi yang sesuai dengan digital rupiah dan juga meningkatkan koordinasi untuk elektronifikasi transaksi keuangan daerah.

“Di antaranya mendorong penyaluran bansos yang berbasis digital, elektronifikasi dan integrasi antar moda transportasi dan juga memperluas digitalisasi UMKM dan pariwisata melalui gerakan nasional bangga buatan Indonesia, dan bangga berwisata di Indonesia,” paparnya.

Ia menambahkan, Bank Indonesia akan terus mengembangkan sistem pembayaran yang berlanjut hingga tahun 2022 dengan prinsip cepat, mudah, murah, aman dan handal. Serta akan terus berupaya merespon tantangan digitalisasi dengan membangun sistem ekonomi dan keuangan digital yang sehat, struktur industri dan ekosistem penyelenggaraan sistem pembayaran yang terus ditata, agar sejalan dengan perkembangan ekonomi dan keuangan digital kedepan.

“BI juga melakukan berbagai inovasi kebijakan dalam standarisasi sistem pembayaran dan infrastruktur sistem pembayaran retail, untuk semakin mmberikan kemudahan bagi msyarakat dalam bertransaksi sekaligus membantu berkembangnya aktivitas usaha,” tandasnya.

Tak hanya itu, lanjutnya, Bank Indonesia juga akan bekerja sama dengan bank sentral luar negeri untuk penggunaan QRIS lintas negara atau cross border, di mana sebelumnya telah menyepakati penggunaan QRIS dengan Bank of Thailand. Dan akan terus dikembangkan ke negara lain, seperti Malaysia, Singapur, Saudi Arabia, dan negara lainnya.

“BI akan bekerja sama dengan luar negeri melalui SNAP dan BI Fast untuk semua bank demi mewujudkan praktik pasar yang wajar,” pungkasnya. (rur/sur)






  • Bagikan