Bidang Perhotelan Mulai Membaik

  • Bagikan
BPS foto internet

radarlampung.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) provinsi Lampung mengungkapkan, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Provinsi Lampung pada Oktober 2020 tercatat 54,29 persen. Jumlah ini naik 5,14 poin dibanding TPK hotel pada September 2020 yang tercatat sebesar 49,15 persen.

“Sedang, jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun 2019 dimana TPK hotel berbintang tercatat sebesar 62,99 persen, TPK hotel berbintang ini turun sebesar 8,70 poin,” kata Kepala BPS Provinsi Lampung, Faisal Anwar.

Dia melanjutkan, jika diamati menurut klasifikasi hotel berbintang pada Oktober 2020, TPK hotel bintang 1 dan 2 tercatat sebesar 50,75 persen, hotel bintang 3 sebesar 51,97 persen, dan hotel bintang 4 & 5 sebesar 60,71 persen.

Sementara pada bulan September 2020 TPK hotel bintang 1 dan 2 sebesar 40,57 persen, hotel bintang 3 sebesar 49,53 persen, dan hotel bintang 4 dan 5 sebesar 52,31 persen.

Baca Juga:   Ingin Miliki Rumah KPR? REI: Tertibkan Transaksi Sebagai Bukti Bisnis Tetap Berjalan 

Lebih jauh disebutkan, jumlah tamu pada hotel berbintang selama Oktober 2020 tercatat sebanyak 55.191 orang, terdiri dari 40 orang tamu asing dan 55.151 orang tamu domestik. Jumlah tersebut naik sebanyak 11.550 orang (26,47 persen) dibandingkan September 2020 yang tercatat sebanyak 43.641 orang, terdiri dari 4 orang tamu asing dan 43.637 orang tamu domestik.

Jika dilihat menurut klasifikasi hotel berbintang pada Oktober 2020, jumlah tamu asing dan tamu domestik hotel bintang 1 dan 2 tercatat sebesar 7.167 orang, hotel bintang 3 sebanyak 31.202 orang, dan hotel bintang 4 dan 5 sebanyak 16.822 orang.

Dibandingkan bulan September 2020, jumlah tamu hotel berbintang mengalami kenaikan pada semua kelompok hotel yaitu bintang 1 dan 2 sebanyak 1.536 orang (27,28 persen), kelompok hotel bintang 3 sebanyak 6.178 orang (24,69 persen), dan kelompok hotel bintang 4 dan 5 sebanyak 3.836 orang

Baca Juga:   Ris Collection, Sediakan Berbagai Macam Model Batik

“Rata-rata lama menginap tamu (RLMT) pada hotel berbintang di Provinsi Lampung bulan Oktober 2020 tercatat 1,41 hari, turun 0,33 hari dibanding RLMT hotel pada September 2020 yang tercatat sebesar 1,74 hari,” tandasnya.

Sementara itu, menjelang akhir tahun 2020, tingkak okupansi hotel di Lamoung, khususnya Bandarlampung telah mengalami peningkatan jika dibanding dengan awal masa pandemi di bulan Mei dan April 2020.

Hal tersebut diakui General Manager Novotel Lampung, Rulvastina Randy. “Okupansi hotel dari september sudah menunjukan peningkatan dibandingkan tiga bukan sebelumnya. Kita optimis mudah-mudahan tren ini terus tumbuh positif,” katanya.

Dia mengatakan, untuk saat ini tingkat okupansi Novotel Lampung mencapai 70 persen. “Meski di akhir tahun pemerintah memutuskan untuk memangkas masa libur Natal dan Tahun Baru, tapi kita tetap optimis adanya peningkatan okupansi di akhir tahun,” katanya.

Baca Juga:   Dapatkan Harga Spesial di Pameran MIG

Hal serupa juga diungkapkan, General Manager Sheraton Lampung Hotel, Benedictus Jodie. Dia mengatakan, di bulan November 2020, tingkat okupansi Sheraton Lampung sudah mencapai di atas 60 persen dari yang sebelumnya hanya sekitar 10 persen.

“Di tahun 2020 masih belum begitu baik, tapi kami berterimakasih kepasa dinas pariwisata dan gugus covid dalam mengantisipasi keadaan, serta kebijakan gubernur membuat bidang perhotelan di Lampung masih bisa terus berjalan dengan baik. Terlebih dengan tidak adanya PSBB,” pungkasnya. (Ega/yud)



  • Bagikan