Bijak Ber-medsos, Jangan Ada Lagi yang Melahirkan di Jalan!


Bayi RI yang dilahirkan di tepi jalan mendapat perawatan di Puskesmas Ambarawa, Pringsewu. FOTO DOKUMEN PROTOKOL PEMKAB PRINGSEWU
Bayi RI yang dilahirkan di tepi jalan mendapat perawatan di Puskesmas Ambarawa, Pringsewu. FOTO DOKUMEN PROTOKOL PEMKAB PRINGSEWU

Beruntung, bayi berjenis kelamin perempuan tersebut lahir selamat. Bayi RI memiliki berat 2,8 gram dan panjang 45 centimeter.

Kepala UPT Puskesmas Ambarawa Agung Wicaksono mengatakan, bayi RI dalam kondisi sehat. Bayi dibawa ke puskesmas setelah bidan desa mendapat telepon dari warga Sumberagung.





“Bayi dan ibunya diantarkan ke puskesmas untuk mendapat pertolongan medis. Sekarang Bayi masih kami observasi 1×24 jam,” kata Agung.

Peristiwa tersebut bermula saat RI merasa mulas pada Sabtu (6/4) malam. Ia  meminta seorang temannya menjemput dirinya di rumah di Kecamatan Pardasuka. Keduanya lalu berkendara menggunakan sepeda motor menuju Kecamatan Pringsewu. Karena merasa bingung dengan kondisi RI yang akan melahirkan, keduanya hanya berputar-putar.

Hingga akhirnya, RI merasa tidak tahan untuk segera melahirkan. Keduanya pun berhenti di pinggir jalan hingga RI melahirkan hanya dibantu temannya tersebut. Karena tak tahu hal yang harus diperbuat saat melahirkan, kedua remaja tersebut merasa bingung setelah bayi keluar dari perut ibunya.

Menurut cerita RI, keluarganya tidak mengetahui akan kehamilannya. Remaja putus sekolah ini tinggal bersama ayahnya yang bekerja sebagai sopir. Ibunya meninggal sekitar setahun lalu.

Kemudian ia berkenalan dengan seorang pria melalui Facebook. RI baru bertemu pria tersebut dua kali. Saat itu keduanya berhubungan intim. Mengetahui RI hamil, pria itu memutuskan hubungan pertemanan di Facebook maupun WhatsApp. (sag/ais)