Bikin Kaget, Habis MoU, Petugas Lapas Tes Urine

  • Bagikan
Tes urine yang dilakukan di Lapas Kelas IIB Kotaagung usai penandantanganan MoU dengan BNNK Tanggamus, Kamis (24/1). FOTO RIO ALDIPO/RADARLAMPUNG.CO.ID  
Tes urine yang dilakukan di Lapas Kelas IIB Kotaagung usai penandantanganan MoU dengan BNNK Tanggamus, Kamis (24/1). FOTO RIO ALDIPO/RADARLAMPUNG.CO.ID  

radarlampung.co.id – Tidak hanya penandatanganan MoU, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tanggamus juga melakukan tes urine kepada petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kotaagung, Kamis (24/1). Kegiatan mendadak ini sempat membuat kaget petugas.

Kepala BNNK Tanggamus Kholbidi mengatakan, awalnya pihaknya datang untuk menandatangani MoU dengan Lapas Kelas IIB Kotaagung. Ini terkait kerjasama dalam pencegahan peredaran narkoba di lapas.

”Saya tahunya ke sini (Lapas, Red) untuk memenuhi undangan dari Kalapas Kotaagung Sohibur Rachman,” sebut Kholbidi.

Ternyata saat mengobrol usai MoU, tiba-tiba kalapas ingin pelaksanaan tes urine. ”Saya sempat kaget. Sebab personel dan peralatan untuk melakukan tes urine tidak dibawa. Akhirnya saya telepon petugas untuk merapat ke Lapas Kotaagung,” sebut dia.

Baca Juga:   Tujuh Daerah di Lampung Ini Berstatus Zona Merah Covid-19

Dilanjutkan, peralatan tes urine disediakan pihak Lapas. “Kita hanya tenaganya saja. Kalau peralatan sudah disiapkan lapas. Alat sesuai standar BNN dan memang kemandirian ini bagus dan kita dukung,” tegasnya.

Kholbidi mengatakan, hasil tes urine belum diketahui. “Saat ini belum. Sampel urine sedang diperiksa, termasuk kalapas juga ikut tes urine,” urainya.

Sementara Kepala Lapas Kelas IIB Kotaagung Sohibur Rachman mengatakan, tes urine mendadak merupakan, inisiatifnya. Ini untuk memastikan bahwa seluruh pegawai Lapas bebas narkoba.

“Sengaja saya nggak bilang. Begitu selesai penandatanganan MoU, saya minta seluruh pegawai kumpul untuk tes urine,” sebut Sohibur.

Sohibur menegaskan, jika ada petugas yang urinenya positif mengandung narkoba, hal pertama yang dilakukan adalah klarifikasi. Sebab bisa saja, sebelumnya minum obat yang mengandung zat psikotropika.

Baca Juga:   Mutasi Pamen Polda Lampung, Kapolresta Turut Dirolling, Ini Daftarnya

“Ya, kita tanya dulu. Kalau memang positif sebelumnya minum obat batuk atau obat lain, kan bisa saja itu. Tapi Alhamdulillah, dari tes pertama beberapa waktu lalu, semua pegawai negatif. Ini tes kali kedua. Mudah-mudahan negatif semua. Kalau ada yang ada yang positif, akan diberikan sanksi,” tegas mantan Kepala Rutan Depok ini. (ral/ehl/ais)

 




  • Bagikan