BKSDAE Turun, Pasang Banner Waspada Buaya, Pulang

  • Bagikan
ILUSTRASI/FOTO NET

RADARLAMPUNG.CO.ID – Insiden serangan buaya terhadap dua nelayan saat mencari udang rebon di Pantai Sawmil, Pekon Karanganyar, Kecamatan Wonosobo, Tanggamus belum ditindaklanjuti dengan upaya penangkapan oleh pihak terkait.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (BKSDAE) Bengkulu Seksi Konservasi Wilayah III Lampung baru sebatas memasang banner imbauan.

Memang, tim sempat menjenguk korban serangan reptil ganas tersebut. “Tim BKSDAE sudah ke Sawmil menjenguk warga yang digigit buaya dan memasang banner imbauan,” kata Camat Wonosobo Edy Fachrurrozi.

Setelah itu tim BKSDAE pergi meninggalkan wilayah tersebut. Edy mengaku, tim akan kembali lagi ke Sawmil untuk menangkap buaya.

“Tim BKSDAE sudah pulang. Katanya nanti balik lagi. Mungkin nanti mau di pasang perangkap. Tapi lihat-lihat lokasi dulu,” ujar Edy.

Diketahui, tim BKSDAE berencana turun untuk menangkap buaya yang kerap menyerang warga di sekitar Pantai Sawmil, Pekon Karanganyar, Kecamatan Wonosobo.

“Kita sudah hubungi tim BKSDAE. Rencananya Senin (30/11), datang. Tapi tim BKSDAE lagi di daerah lain sehingga tertunda,” kata Camat Wonosobo Edy Fachrurrozi.

Korban terakhir serangan buaya tersebut adalah Parwito (43), warga Pekon Karanganyar, Kecamatan Wonosobo dan Irwan (25), warga Pekon Tanjungagung, Kecamatan Kotaagung Barat.

Mereka digigit buaya pada bagian kaki saat sedang mencari udang rebon di sekitar Pantai Sawmil. Beruntung keduanya berhasil menyelamatkan diri. (ehl/rnn/ais)





  • Bagikan



Diduga Bunuh Diri, Pemuda Nekat Tabrakkan Diri ke Kereta Lampung Barat Diguncang Gempa Tektonik Bejat! Paman Cabuli Keponakan Hingga Hamil Delapan Bulan