BNNP Lampung akan Terapkan Rehabilitasi untuk Pengguna Narkoba

  • Bagikan
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung melakukan pemusnahan barang bukti ganja di Lempasing Bandar Lampung, Lampung, Kamis (27/5). BNNP Lampung mengamankan 7 orang tersangka hasil pengungkapan periode Januari-Mei 2021 dan memusnahkan 5,22 kilogram narkoba jenis sabu serta ganja sebanyak 247,5 kilogram. Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung akan membantu Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) meminimalisasi over kapasitas.

Kepala BNNP Lampung Brigjend Edi Suwasono menjelaskan, saat ini memang permasalahan over kapasitas ini didominasi oleh pelaku narkoba. “Dan disitu tidak hanya ada bandar dan pengedar. Tetapi termasuk juga penyalahguna. Strategi ke depan kita membalancing suplai dan demand. Bahwa pengguna ini merupakan pasien yang harus diobati bukan untuk dipenjarakan,” katanya, Rabu (29/9).


Untuk itu pihaknya akan menempatkan kembali para pengguna ini sebagai korban. Yang harus direhabilitasi. Karena lanjut dia, program rehabilitasi ini merupakan formulasi yang paling utama untuk mengembalikan kembali mereka menjadi orang normal. Agar tidak lagi bergantungan dengan narkoba,” kata dia.

Baca Juga:   Gagal Salip Bus, Pengendara Motor Tewas Terlindas

“Karena program (rehabilitasi) ini adalah untuk memperkecil dan mengelimir deman atau penyalahguna (narkoba),”tambahnya.

Untuk diketahui kata dia, bahwa penyalahguna di Lampung ini sudah mencapai angka 31.811. Dimana masyarakat yang terpapar narkoba. Kita harapkan program rehabilitasi ini berjalan lancar.

“Memang dari tahun ke tahun kita sudah mempunyai target jumlah (pengguna) untuk diminimalisir. Dan kita pada saat netral (sudah tidak tergantungan lagi) mereka sudah sembuh semua dan tidak perlu narkoba. Dan otomatis suplai pun akan berhenti. Jadi penekanan terhadap narkoba bisa berjalan dengan lancar,” ungkapnya. (ang/wdi)





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan