BNNP Lampung Bongkar Jaringan Narkoba, Dua Warga Binaan Diduga Terlibat

  • Bagikan
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung kembali berhasil membongkar kartel narkoba jenis ganja asal Medan, Sumatera Utara. Dalam pengungkapan ini, BNNP Lampung meringkus dua tersangka yakni Fajarudin (36) warga Lampung. Dan Arif Mustakim (35) warga Banten. Foto M. Tegar Mujahid/ Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung kembali berhasil membongkar kartel narkoba jenis ganja asal Medan, Sumatera Utara. Dalam pengungkapan ini, BNNP Lampung meringkus dua tersangka.

Kepala BNNP Lampung Brigjend Edi Suwasono menjelaskan, dua orang tersangka yang berhasil diamankan itu yakni Fajarudin (36) warga Lampung. Dan Arif Mustakim (35) warga Banten. “Selain meringkus dua tersangka ini kami berhasil mengamankan dua tersangka lainnya. Yang merupakan warga binaan di Lapas Kelas IIA Kalianda,” katanya, Kamis (26/8).


Jenderal bintang satu ini menambahkan, kedua warga binaan yang diamankan itu bernama Heri (36) dan Irwan Sitompul (46). “Kedua warga binaan ini memang statusnya sebagai pegendali. Jadi mereka inilah yang menyuruh agar kedua tersangka lainnya mengambil barang itu ke Binjai, Sumatera Utara,” kata dia.

Penangkapan Fajarudin dan Arif Mustakim berawal dari informasi tentang adanya dugaan tindak pidana peredaran gelap narkotika di seputaran wilayah Provinsi Lampung.

“Atas informasi itu kami bersama dengan BNN RI melakukan penyelidikan terhadap info itu. Hasil berdasarkan penyelidikan maka pada Senin (23/8) lalu, sekira pukul 13.00 WIB, petugas melakukan penangkapan terhadap dua orang laki-laki,” katanya.

Baca Juga:   Polda Kirim Sempel Limbah Hitam ke Jakarta

Keduanya diamankan di pelataran pakir Rest Area KM 174 Jalan Tol Bakauheni – Kayu Agung Tulang Bawang Tengah Tulang Bawang Barat.

“Pada saat dilakukan penggeledahan terhadap kendaraan yang di kendarai nya yaitu satu unit kendaraan Mobil Suzuki APV yang di scotlite warna hitam dengan nopol A 1171 VB, maka berhasil ditemukan dan disita barang barang yang diduga narkotika jenis ganja sebanyak 50 bungkus besar yang di sembunyikan di dalam dinding dinding bagian dalam body kendaraan Mobil Suzuki APV yang di scotlite warna hitam dengan nopol A 1171 VB tersebut,” jelasnya.

Dari pengakuan kedua tersangka itu, berat ganja itu 52,038,76 gram. Keduanya menjelaskan apabila barang haram itu disimpan didalam dinding bagian body mobil. “Yang mengejutkan keduanya menjelaskan apabila diperintah oleh Heri dan Irwan sebagai pengendali. Heri dan Irwan ini warga binaan Lapas Kelas IIA Kalianda,” bebernya.

Baca Juga:   Kasus Korupsi Mantan Bendahara BPBD Bandarlampung, Kejaksaan Tunggu Kelengkapan Berkas Penyidik

Dari pengakuan Fajarudin dan Arif keduanya dijanjikan oleh Heri dan Irwan upah sebesar Rp1 juta perkilogramnya. Tetapi Fajarudin mengaku ia baru menerima uang sebesar Rp7 juta. Untuk ongkos jalan dan sewa kendaraan. (Berita terkait : Warga Binaannya Kendalikan Peredaran Narkoba, Ini Kata Lapas Kalianda)

“Nah berdasarkan keterangan keduanya kalau dikendalikan oleh kedua warga binaan itu, tim pun langsung mendatangi ke Lapas Kelas IIA Kalianda, kemudian melakukan interogasi terhadap Heri dan Irwan. Dari keduanya kami menyita handphonenya, yang diakui sebagai alat komunikasi untuk menghubungi Fajarudin dan Arif Mustakim,” ungkapnya.

Lebih lanjut dirinya menambahkan, untuk kedua tersangka Fajarudin dan Arif apabila mengambil langsung narkoba itu ke Binjai, Sumatera Utara, menggunakan mobil itu. “Pengakuannya mereka menginap dulu di hotel. Setelah itu mobilnya dibawa orang lain untuk diisi ganja. Sudah terisi barulah mereka mendapat perintah agar membawa ganja itu ke Jakarta,” pungkasnya. (ang/wdi)




  • Bagikan