BNNP Periksa Dua Buku Rekening Istri Mantan Kalapas Kalianda yang Lama

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung terus menelusuri aliran dana transaksi narkoba dalam Lembaga Permasyarakatan (Lapas) yang menjerat mantan Kalapas Lapas Kelas IIA Kalianda Mukhlis Adjie.

Untuk mengetahui aliran dana tersebut, BNNP melakukan pemeriksaan terhadap Andriani Dewi istri dari Gunawan Sutrisnadi mantan Kalapas IIA Kalianda yang sebelumnya menjabat tahun 2015-2017.

Plt Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Lampung, Richard PL Tobing mengatakan, pemanggilan terhadap istri mantan Kalapas II A Kalianda yang saat ini menjabat Kalapas Paledang, Bogor, Jawa Barat untuk dimintai keterangan.

“Dalam pemeriksaan sebelumnya Mukhlis mengaku jika ibu Andriani mengenal Marzuli dari sebelumnya ke Kalapas Mukhlis Adjie, kalau kami amati, apa kepentingan istri seorang kalapas mengenalkan seorang tahanan dari kalapas lama ke kalapas baru,” ujarnya, saat ditemui di Kantor BNNP Lampung, Jumat, (29/6).

Baca Juga:   Dirikan Dapur Umum, Brigif 4 Marinir/BS Bantu 5 Kecamatan Ini

Menurut Richard, perkenalan tersebut tak ubahnya seperti meneruskan tongkat estafet atau menitipkan sesuatu.”Yang jadi pertanyaan kami itu apa kepentingan dari perkenalan antara kalapas dan napi itu,” kata dia.

Richard mengungkapkan, jika yang bersangkutan sempat tidak kooperatif dan tidak mengakui jika menitipkan tersangka Marzuli ke mantan Kalapas Mukhlis Adjie saat dimintai keterangan.

“Tapi akhirnya dia mengaku mengenalkan dan menitipkan Marzuli ke mantan Kalapas Mukhlis. Tapi, sejauh ini dari keterangan hanya menitipkan,” ujarnya.

Dari hasil keterangan, kata Richard, Andriani mengaku yang memperkenalkan mantan kalapas adalah orangtua Marzuli.”Yang mengenalkan Marzuli ke kalapas (Mukhlis) permintaan orangtua Marzuli, itu hasil keterangan Andriani,” paparnya.

Richard pun mengaku tidak menutup kemungkinan Andriani dapat terjerat seperti kasus mantan Kalapas Lapas Kelas IIA Kalianda Mukhlis Adjie.

Baca Juga:   Salurkan 1.000 Paket Sembako, Bunda Eva Berharap Tepat Sasaran

“Tidak menutup kemungkinan ibu Andriani bisa jadi bisa dilakukan penahanan. Tapi, kalau bukti-buktinya sudah lengkap,” katanya.

Ia menegaskan pemeriksaan ini hanya untuk memperkuat keterangan dari mantan Kalapas Muchlis Adjie dan hanya sebatas saksi untuk memperkuat keterangan Muchlis.

“Bu Andriani kami minta membawa data kartu keluarga dan dua buku rekening. Untuk buku rekening sudah kami copy, ada dua lembar angkanya kami gak tahu, dan cuman kami copy depan dan berikan ke TPPU pusat,” tandasnya. (ndi/ang)




  • Bagikan