Bobol Rumah, Buruh Gasak CCTV, Sarden dan Roti

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Berdalih lapar, Pahlevi (39) warga Kampung Harapan, Panjang, Bandarlampung ini nekat membobol rumah.

Hal itu terungkap di persidangan Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Kamis (28/6). Hakim yang diketuai Syamsudin dalam agenda dakwaan dilanjutkan dengan keterangan saksi dan keterangan terdakwa itu menanyakan kenapa ia mencuri 24 buah roti Kippao. Dengan suara lirih, ia mengaku saat itu nekat mencuri karena lapar.

“Saya lapar pak waktu itu, bingung harus bagaimana. Sementara uang tidak punya,” ujarnya dengan suara lirih.

Sementara dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum Desmila Sari menjelaskan aksi pencurian yang dilakukan terjadi pada Kamis (5/4) lalu. Saat itu kata Jaksa, Pahlevi merasa lapar ia pun keluar rumah untuk mencari makan.

Baca Juga:   Delapan Reklame Ditempel Stiker Tak Bayar Pajak dan Terancam Ditebang

“Tetapi karena tidak punya uang terdakwa hanya jalan-jalan,” ujar jaksa, Kamis (28/6) sore.

Kemudian, ia  memanjat pagar milik Kamim yang merupakan penjual makanan. Ia  mengawasi seisi rumah. Melihat ada CCTV, ia kemudian melepas kamera yang terpasang di atap dan ikut dicurinya. Ia kemudian ke freezer boks yang berisi makanan tadi. Akibatnya, korban merugi sekitar Rp3 juta. Terdiri dari CCTV, 24 pcs roti dan 25 sarden kaleng. “Terdakwa melanggar pasal 363 KUHP tentang pencurian,” pungkas jaksa.(nca/gus)




  • Bagikan