BPPSDMP Sebut Stok dan Harga Bawang di Lampung Masih Aman


Kepala BPPSDMP Kementan Leli Nuryati, didampingi Kepala Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Lampung Abdul Roni, Kepala Dinas Pangan Bandarlampung I Kadek Sumartha, dan tim lainnya meninjau ketersediaan dan harga bawang merah serta putih di Pasar Induk Tamin dan Pasar Pasir Gintung, pada Sabtu (16/4). Foto: Prima IP/Radarlampung.co.id
Kepala BPPSDMP Kementan Leli Nuryati, didampingi Kepala Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Lampung Abdul Roni, Kepala Dinas Pangan Bandarlampung I Kadek Sumartha, dan tim lainnya meninjau ketersediaan dan harga bawang merah serta putih di Pasar Induk Tamin dan Pasar Pasir Gintung, pada Sabtu (16/4). Foto: Prima IP/Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pastikan stok dan harga bawang aman di Lampung, Pusat Pelatihan Pertanian Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementrian Pertanian (Kementan) memantau pasar dan distributor di Bandarlampung.

Kepala BPPSDMP Kementan Leli Nuryati, didampingi Kepala Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Lampung Abdul Roni, Kepala Dinas Pangan Bandarlampung I Kadek Sumartha, dan tim lainnya meninjau ketersediaan dan harga bawang merah serta putih di Pasar Induk Tamin dan Pasar Pasir Gintung, pada Sabtu (16/4).





“Kita bersama-sama dengan tim ingin memastikan bahwa ketersediaan, khususnya sembilan bahan pokok termasuk bawang merah, bawang putih dan cabe merah aman paling tidak sampai hari raya,” ujar Leli Nuryati.

Leli mengungkapkan, dalam beberapa hari terakhir, data Kementan menyebutkan stok bawang di Lampung masuk kategori kurang. Pemantauan intens, baik harian dan mingguan, dilakukan sejak beberapa minggu sebelum bulan Ramadhan untuk pemetaan harga komoditas.

“Kita menemukan beberapa hari ini, data bawang merah kelihatan kekurangan. Ternyata setelah dicek di lapangan, sebetulnya stok banyak, baik di distributor maupun pengecer, seperti di Pasar Induk Tamin dan Pasar Pasir Gintung ini. Harganya juga masih cukup stabil,” ungkapnya.

Harga bawang merah sekitar Rp24 ribu-Rp25 ribu per kilogram, sedangkan harga bawang putih Rp21 ribu-Rp22 ribu per kilogram.

Leli menerangkan harga normal kenaikan dari distributor ke tingkat pengecer maksimal 10 persen. Itu tergantung tujuan pengirimannya lantaran ada biaya transportasi dan susut.

Pemerintah, kata Leli, akan melakukan intervensi apabila kenaikan harga komoditas dari distributor ke pengecer lebih dari 10 persen. Baik dengan melakukan pasar murah, oprasi pasar, dan sebagainya.

Namun, sampai saat ini dirinya menilai belum perlu dilakukan intervensi, sebab stok kebutuhan bahan pokok masih aman dan harganya terjangkau baik dari tingkat distributor, grosir, hingga pengecer di Lampung. Sehingga, Lampung masih masuk kategori hijau atau aman hingga hari raya.

Sementara, Distributor bawang merah di Pasar Induk Tamin, Sumi Suwondo mengatakan bahwa ketersediaan komoditas ini Lampung dipasok dari Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Setiap hari masuk 5 ton dari Brebes.

Ia mengatakan bahwa memesan barang ke Brebes hanya sesuai permintaan pasar. Namun selama bulan Ramadhan ini permintaan bawang merah di pasaran menurun.

“Minat masyarakat masih kurang saat ini, jadi belum memesan lagi dan hanya mengeluarkan yang ada di gudang saja. Ditakutkan kalau memesan lagi barang tidak keluar dan stok melimbah tapi harga turun habis lebaran,” ucapnya. (pip/sur)