BPRS Lambar Sumbang PAD Hampir Rp1 M

  • Bagikan
Rapat umum pemegang saham PT Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) Lampung Barat, Jumat (1/3). Kegiatan tersebut dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sudarto, dan Ketua MUI Lampung Barat Djafar Sodiq. FOTO DOKUMENTASI PT BPRS LAMPUNG BARAT
Rapat umum pemegang saham PT Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) Lampung Barat, Jumat (1/3). Kegiatan tersebut dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sudarto, dan Ketua MUI Lampung Barat Djafar Sodiq. FOTO DOKUMENTASI PT BPRS LAMPUNG BARAT

radarlampung.co.id – Belum genap empat tahun, PT Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) Lampung Barat mampu menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp964,752.582 pada tahun anggaran 2018.

Hal tersebut terungkap dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) yang dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sudarto, dan Ketua MUI Lampung Barat Djafar Sodiq, Jumat (1/3).

Direktur Utama PT BPRS Lampung Barat Mahrom didampingi Direktur Pulung Wicaksono mengatakan, untuk tahun anggaran 2018, Direksi PT BPRS mampu membukukan laba sebesar Rp1.428.590.763. Sebesar Rp964,752.582 disetor untuk PAD.

“RUPS ini merupakan rapat pertanggungjawaban kinerja direksi tahun 2018. Alhamdulillah, PT BPRS mampu membuktikan kinerja yang sangat baik,” kata Mahrom.

BPRS Lampung Barat diresmikan pada 15 September 2015. Menginjak tahun ketiga, BPRS Lambar telah menunjukkan progres pertumbuhan yang signifikan dan tingkat kesehatan terbaik. Bahkan menyandang predikat the best untuk kategori BPRS dengan aset Rp20-Rp25 miliar.

“Didukung penuh oleh bupati, BPRS siap memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat Lampung Barat. Prestasi yang membanggakan di bidang keuangan. BPRS memperoleh peringkat WTP dalam tiga tahun berturut-turut dan kinerja laporan keuangan terbaik,” sebut dia.

Mahrom melanjutkan, pada 2018, BPRS Lambar mendapatkan dua kali penghargaan. Yakni top BUMD pada Mei, dan September. ”Ini bukti dukungan pemerintah kabupaten dalam rangka memajukan pertumbuhan BUMD dengan menambah modal setor Rp1 miliar pada 2018. Sehingga total modal setor keseluruhan menjadi Rp6 miliar,” paparnya.

Dilanjutkan, RUPS juga membahas rencana pemerintah kabupaten menambah modal setor. Dari sebelumnya Rp6 miliar menjadi Rp24 miliar. ”Pemkab Lampung Barat pada tujuan akselereasi menumbuhkembangkan peran dari BPRS merencanakan perubahan modal dasar,” urainya. (nop/ais)

 





  • Bagikan