Bravo ! Siswi Lampung Bawa Medali International Science

  • Bagikan
Dua siswi SMP N 2 Kota Bandarlampung yang harumkan nama Lampung dalam ajang international science. Foto Ruri/radarlampung.co.id

radarlampung.co.id-Prestasi membanggakan diraih dua siswi SMP Negeri 2 Bandarlampung. Kedua siswi tersebut mengharumkan nama Provinsi Lampung dan Indonesia dalam ajang internasional science di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 26-30 Juli.

Annisa Vidya Asmara, siswi peraih medali perunggu dalam ajang Vanda Science Global Finals of The Steam Ahead 2019 Competition mengatakan, dirinya memang telah menyukai bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sejak kecil, didukung dengan profesi kedua orangtuanya yang bergelut di bidang sains.

“Memang dari kecil sudah suka bidang IPA. Dari SD juga sudah sering ikut OSN. Jadi memang suka di bidang ini. Dan dari kelas VII suka nyicil-nyicil belajar. Nah saat pertandingan, hanya mengulang saja yang sudah pernah dipelajari,” ujarnya, Rabu (31/7).

Ia melanjutkan, awalnya pihak sekolah mendaftarkan dirinya untuk mengikuti babak penyisihan tingkat nasional di salah satu lembaga kursus yang memang dipercayakan sebagai tempat seleksi. Dalam babak penyisihan, dirinya mendapat juara dan kesempatan untuk mengikuti ajang internasional tersebut.

Baca Juga:   Wali Murid Berharap Metode Pendukung Daring untuk Tingkatkan Skil Siswa

“Sebelumnya memang ikut OSN sampai tingkat Provinsi. Terus ditawari oleh sekolah untuk ikut babak penyisihan. Terus menang, dan bisa ikut lomba ke Malaysia,” ujar siswi kelas IX tersebut.

Namun, ia tidak menyangka jika dirinya bisa mendapatkan medali perunggu individu dan kelompok. Sebab, ia hanya berusaha menampilkan yang terbaik.

“Sebenarnya tidak menyangka jika bisa mendapatkan medali, tapi alhamdulillah. Karena saingannya banyak, sekitar 400an peserta, dan yang juaranya hanya sekitar 20 orang. Jadi ya gak ekspektasi ke sana,” ungkapnya yang juga membawa medali perunggu di kategori kelompok.

Lain lagi, Ratu Kirana Siva Khoiri, siswi kelas VIII . Ia peraih juara harapan dalam International Science tersebut. Sempat pesimis, karena namanya tidak ada dalam daftar nama juara. Namun, ia mendapat medali perunggu dalam kategori kelompok.

Baca Juga:   Polda Lampung-UTI kembali adakan gerai Vaksin Presisi di UTI

“Iya tadinya tidak ada namanya di daftar juara. Terus pas nama juara harapan keluar, ada nama saya. Ya kaget, senang. Sampai dipeluk-peluk sama orangtua,” katanya.

Sebelumnya, ia juga ikut OSN sampai pada Tingkat Kota. Dan mencoba untuk mengikuti perlombaan internasional.

“Ikut OSN tapi hanya sampai tingkat kota. Terus didaftarkan untuk ikut lomba internasional. Ini baru pertama kali ikut lomba internasional, jadi untuk menambah pengalaman juga,”terangnya. (rur/wdi)




  • Bagikan