Bripka IS Dipecat, Kapolda Beri Warning Keras untuk Anggotanya

  • Bagikan
Kapolda Irjen Hendro Sugiatno memimpin langsung upacara PTDH Bripka IS yang jadi tersangka perampasan mobil. Foto M. Tegar Mujahid/radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID-Langkah tegas diambil Polda Lampung. Tidak perlu menunggu lama, Bripka Irvan Setiawan yang jadi tersangka perkara perampasan mobil dan terbukti positif narkoba dipecat.

Upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dipimpin langsung Kapolda Lampung Irjen Pol Hendro Sugiatno, di Lapangan Mapolresta Bandarlampung, Senin (1/11).


“Kita melaksanakan PTDH anggota yang melanggar pidana. Yang rekan sudah tahu apa yang sudah dilakukan oleh Bripka Irvan Setiawan ini yang melakukan pelanggaran hukum,” kata Kapolda Lampung Irjen Pol Hendro Sugiatno.

Menurut jenderal bintang dua ini, dirinya mewanti-wanti bagi para anggota lainnya untuk tidak melakukan pelanggaran sekecil ataupun sebesar apapun. “Tetap kita akan lakukan penegakkan hukum. Dan langsung kita PTDH. Anggota tidak boleh melakukan pelanggaran apalagi tindak pidana. Apalagi melanggar hukum,” katanya.

Baca Juga:   Jalani Sidang PK, Mantan Bupati Lamsel Zainudin Hasan Ajukan Dua Novum Baru

Menurut Hendro, anggota polri itu sudah seharusnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Tidak melakukan pelanggaran. “Kalau melanggar ya tindakan tegas harus kita tegakkan. Kan sudah sesuai dengan Perkap (peraturan kapolri) No 14 tahun 2011. Tentang kode etik polri dan itu harus kita tegakkan,” kata dia.

“Itu berlaku semua untuk anggota polri. Termasuk di Polda Lampung. Saya tidak akan ragu-ragu dan saya tidak akan mengurus langkah apapun untuk menegakkan aturan-aturan agar organisasi polri di Polda Lampung itu berjalan sesuai dengan tugas pokoknya agar memberikan pelayanan ke masyarakat di Lampung,” tambahnya.

Ditanya berapa jumlah anggota Polri khususnya di Polda Lampung sepanjang tahun 2021 ini yang di PTDH, Hendro menjelaskan ada sekitar 19 orang. “Untuk melakukan tindak pidana baru ini. Yang lainnya pelanggaran hukum yang biasa itu ya. Karena untuk di PTDH itu hasil keputusan sidang komisi kode etik di Polda Lampung mulai Januari sampai sekarang ada 19 orang. Yang kita sidangkan. Dengan berbagai pelanggaran hukum,” jelasnya.

Baca Juga:   Penyaluran Pinjol di Lampung Capai Rp1,6 Miliar, Terbesar Kedua di Sumatera

Lanjut Hendro, sudah seyogyanya anggota Polri itu harus menjalankan aturan yang harus ditaati oleh seluruh insan polri. “Kalau tidak taat peraturan harus kita potong. Yang taat aturan kita apresiasi. Yang tidak taat kita panisment. Masih banyak yang ingin jadi anggota polri,” pungkasnya. (ang/wdi)





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan