BSI Mulai Satukan dan Integrasi Sistem Layanan di Wilayah Sumatera

  • Bagikan
Foto: Dok. Kementerian PUPR

RADARLAMPUNG.CO.ID – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) akan memulai untuk menyatukan dan mengintegrasi sistem layanan pada 2,1 juta nasabah di wilayah Sumatera, Senin (14/6) besok. Integrasi sistem layanan menyatukan 2,1 juta nasabah dari 274 outlet ex-BNI Syariah (BNIS) dan ex-BRISyariah (BRIS) ke dalam sistem baru layanan BSI di wilayah Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Riau & Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu dan Lampung.

Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi mengatakan, integrasi tersebut juga menandai komitmen dari BSI guna mendorong pengembangan keuangan syariah dan meningkatkan literasi masyarakat di kawasan Barat Indonesia.

Dikatakannya, penyatuan sistem layanan dan integrasi di wilayah barat ini sebagai langkah awal dari BSI untuk memperkuat lini bisnis di kawasan Barat Indonesia, sekaligus bukti perusahaan juga fokus pada pengembangan yang bersifat Indonesia sentris.

Baca Juga:   Fokus bank bjb dalam Dorong Pertumbuhan UMKM di Masa Pandemi  

“Kami berharap hadirnya BSI di wilayah ini dapat meningkatkan pangsa pasar keuangan syariah sekaligus literasi masyarakat di kawasan Barat Indonesia. Integrasi sistem layanan ini juga bagian dari proses merger operasional, dan diharapkan bisa mendukung layanan BSI berjalan lebih optimal,” ujarnya, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (13/6).

Hery melanjutkan, selama proses penyatuan integrasi sistem layanan ini, nasabah tetap dapat melakukan aktivitas dan transaksi keuangan seperti biasa.

“Kami memastikan proses integrasi ini mengedepankan kenyamanan dan keamanan data nasabah,” imbuhnya.

Hery menjelaskan, penyatuan sistem layanan di wilayah Sumatera ini mencakup migrasi rekening nasabah, kartu anjungan tunai mandiri (ATM) hingga mobile banking dan internet banking. Nasabah bank asal juga akan secara bertahap dihubungi untuk melakukan migrasi rekening ke Bank Syariah Indonesia. Untuk nasabah, BSI akan melakukan beberapa pendekatan, diantaranya direct message ke nasabah, media sosial hingga email.

Baca Juga:   Bangkitkan UMKM Jawa Timur, BRI Gelar Pameran Virtual Lokal Keren Jatim

“BSI menargetkan pada 1 November 2021 mendatang, seluruh jaringan Bank Syariah Indonesia bisa terintegrasi,” imbuhnya.
Ia menambahkan, selama proses migrasi ini, nasabah ex-BRIS maupun ex-BNIS masih dapat menggunakan kartu dan buku tabungan yang dimiliki sampai dengan cabang tersebut berubah menjadi kantor cabang yang sudah terintegrasi.

“Nasabah bisa melakukan migrasi secara digital melalui aplikasi BSI mobile, ataupun datang langsung ke kantor cabang BSI,” ungkapnya. (rur/rls/sur)




  • Bagikan