Budi Utomo Pastikan Kebutuhan Pokok Jelang Lebaran Aman


Bupati Lampura, Budi Utomo saat berbincang dengan Ketua Satgasus Dana PEN, Pangan dan Bahan Pokok Mabes Polri, Dr. Hotman Tambunan. Foto Fahrozy Irsan Toni/Radarlampung.co.id
Bupati Lampura, Budi Utomo saat berbincang dengan Ketua Satgasus Dana PEN, Pangan dan Bahan Pokok Mabes Polri, Dr. Hotman Tambunan. Foto Fahrozy Irsan Toni/Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Kondisi kebutuhan pokok, Rabu (20/4), khususnya minyak goreng tersedia di Kabupaten Lampung Utara (Lampura), jelang Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijiriah mendatang.

Hal itu, selaras dengan temuan Tim Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Dana PEN, Pangan dan Bahan Pokok Mabes Polri saat melaksanakan evaluasi dan monitoring ketersediaan kebutuhan pokok serta pelaksanaan program pemerintah lainnya.





“Kita (Pemda, Red) sebelumnya telah melaksanakan operasi pasar, alhamdulillah stok kebutuhan pokok jelang lebaran aman,” kata Bupati Lampura, Budi Utomo usai berkoordinasi bersama tim Satgasus PEN, Pangan dan Kebutuhan Pokok Mabes Polri di rumah jabatan Bupati setempat.

Termasuk, sambung Budi Utomo, kebutuhan pokok yang beberapa waktu terakhir mengalami kelangkaan yakni minyak goreng. Kini telah tersedia di pasaran, meski harga masih relatif mahal. Namun, ketersediaannya aman dan berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam membeli.

“Stoknya (migor) masih cukup, ini disesuaikan dengan kebutuhan. Dan harganya kompetitif, belilah secukupnya jangan berlebihan. Selain itu, kebutuhan pokok lainnya hingga saat ini masih cukup untuk menghadapi lebaran mendatang,” ujar Bupati Lampura, Budi Utomo.

Disisi lain, Ketua Tim Satgasus Dana PEN, Pangan dan Kebutuhan Pokok Mabes Polri, Dr Hotman Tambunan menambahkan untuk memastikan program pemerintah sampai kepada masyarakat, pihaknya melaksanakan pengawalan sampai ke pelosok daerah.

“Kapolri, Bapak Jendral Polisi Sigit Sulistyo sangat konsen terhadap program pemerintah. Khususnya masalah kebutuhan pokok jelang lebaran tahun ini. Oleh karena itu, kami melaksanakan evaluasi dan monitoring langsung ke lapangan,” tambahnya.

“Kami disini melihat dengan mendatangi langsung masyarakat, seperti dan bagaimana dilapangan. Seperti masalah pupuk misalnya, mendatangi gapoktan untuk melihat kondisi sebenarnya bukan diatas meja,” tegasnya.

Secara umum, lanjutnya, program pemerintah seperti ketersediaan bahan pokok minyak goreng masih ditemukan ketidak singkronan dilapangan. Sehingga perlu diberikan “support”, salah satunya melalui monitoring dan evaluasi dilaksanakan hari itu.

“Kita langsung melihat ke masyarakat, seperti pengecer pasar -pasar untuk melihat potensinya. Dan tak lupa mensupport mana -mana berpotensi bermasalah, mulai dari hulu – hilir. Dengan melihat bagaimana faktanya dilapangan,” tegasnya.

Untuk itu, pihaknya menghimbau kepada masyarakat jika menemui adanya penimbunan sembako, khususnya migor jelang lebaran tahun ini. Maka secepatnya melaporkan hal tersebut kepada pihak berwajib, sehingga dapat ditindaklanjuti secara hukum yang berlaku.

“Silakan laporkan! Jika menemukan adanya kecurangan melakukan penimbunan sembako jelang Hari Raya Idul Fitri tahun ini,” pungkasnya. (ozy/yud)