Buka Diskusi Pembahasan Induk Pengembangan Pariwisata, Ini pesan Sekda Mesuji

  • Bagikan

Radarlampung.co.id – Sekretaris Daerah Kabupaten Mesuji, Syamsudin secara resmi membuka Diskusi Pembahasan Laporan Akhir Penyusunan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Kabupaten Mesuji, di Aula Kantor Bapeda di Wiralaga mulya Kecamatan Mesuji, Rabu (2/12).

Menurut Syamsudin, sektor pariwisata memiliki peran yang semakin penting seiring dengan perkembangan dan kontribusinya
terhadap proses pembangunan. Dimana, Pembangunan sektor pariwisata memiliki multiplier effect terhadap sektor lain yang terkait, seperti hotel, restoran, angkutan, industri kerajinan, dan lain-lain.

“Melihat besarnya peran sektor pariwisata ini, mendorong Pemerintah untuk terus melakukan upaya dalam pengembangan dan
peningkatan objek wisata hampir diseluruh wilayah di Indonesia, termasuk di Kabupaten Mesuji,” ungkap Syamsudin.

Baca Juga:   Pemkab Mesuji Larang Acara Pernikahan

Dia menjelaskan, Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2011 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional Tahun 2010-2025, pembangunan kepariwisataan nasional diselenggarakan berdasarkan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional (RIPPARNAS) yang menjadi pedoman bagi pembangunan kepariwisataan nasional dalam jangka panjang yakni untuk kurun waktu selama 15 tahun.

“Untuk menyelaraskan RIPPARNAS, Pemerintah Daerah diberikan kewenangan untuk membentuk dan menyusun landasan pembangunan kepariwisataan dalam bentuk Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Provinsi (RIPPARPROV) dan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten (RIPPARKAB),” katanya.

RIPPARKAB tersebut, merupakan dokumen rujukan atau pedoman utama dalam melakukan perencanaan, pengelolaan, dan pengendalian pembangunan kepariwisataan di tingkat kabupaten/kota yang memuat visi misi, tujuan, kebijakan, strategi, rencana, dan program yang perlu dilakukan oleh para pemangku kepentingan dalam pembangunan kepariwisataan.

Baca Juga:   Pemkab Mesuji Larang Acara Pernikahan

“Melalui Dokumen RIPPARKAB ini, akan dijadikan pedoman dalam menentukan suatu konsep pengembangan sektor pariwisata Kabupaten Mesuji. Mudah-mudahan dengan dilandasi pemikiran pembangunan pariwisata yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan, Dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan daerah dan masyarakat, dalam rangka menciptakan lapangan
pekerjaan, khususnya bagi masyarakat di sekitar kawasan objek wisata Kabupaten Mesuji,” bebernya. (muk/yud)




  • Bagikan