Bulan Depan, Gubernur Lampung Bantu Alat Penyambung Apheresis untuk Donor Plasma Konvalesen

  • Bagikan
Wakil Bupati Pringsewu Fauzi menjadi donor plasma konvalesen di Unit Transfusi Darah (UTD) Pembina PMI Provinsi Lampung, Rabu (21/7). FOTO PROTOKOL PEMKAB PRINGSEWU

RADARLAMPUNG.CO.ID – Kabar gembira bagi warga Provinsi Lampung. Bulan depan, tepatnya Agustus, Gubernur Lampung berjanji akan membantu Palang Merah Indonesia (PMI) Lampung dalam ketersediaan alat penyambung Apheresis.

Perlu diketahui, alat penyambung Apheresis ini berfungsi secara maksimal memisahkan antara sel darah merah, sel darah putih, trombosit, dan Plasma Konvalesen. Alat ini juga digunakan untuk donor Plasma Konvalesen yang membantu menyembuhkan penderita Covid-19.

Ketua PMI Provinsi Lampung, Riana Sari Arinal menjelaskan, pihaknya bersama pengurus PMI Lampung sudah bertemu langsung dengan Gubernur Lampung, untuk membahas Donor Plasma Konvalesen di Mahan Agung, Rabu (21/7).

Dalam pertemuan tersebut, terungkap bahwa Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi akan membantu ketersedian alat penyambung apheresis.

“Alhamdulillah, Pak Gubernur sangat mensuport. Bulan depan, melalui CSR Bank Lampung, beliau akan mendatangkan Alat Penyambung Apheresis ke Lampung,” ungkap Riana Sari Arinal, Rabu (21/7).

Dia menjelaskan, Saat ini, dengan terus meningkatnya angka kasus COVID-19, terdapat salah satu alternatif pengobatan yakni melalui terapi plasma darah atau terapi konvalesen. Terapi ini, prosesnya memberikan plasma darah yang mengandung antibodi dari pasien yang sembuh dari covid-19, diberikan pada orang-orang yang menderita penyakit covid-19.

Baca Juga:   Ponpes dan Madrasah Terpadu Al Firdaus Potong Hewan Kurban 7 Ekor Sapi dan 17 Ekor Kambing

“Kami berharap, dengan alat penyambung Apheresis ini, dapat memaksimalkan proses plasma konvalesen yang biasanya dua bulan, bisa dua minggu sekali menjadi donor plasma konvalesen,” Kata Riana Sari Arinal, diamini Sekretaris PMI Lampung, Fitrianita Damhuri.

Fitrianita menambahkan, PMI Lampung akan terus mensosialisasikan dan mengkampanyekan penyintas covid-19  untuk menjadi pendonor plasma konvalasen. Hal ini agar Ketersedian Plasma Konvalesen di PMI Lampung selalu tersedia.

“Jadi bukan hanya saat dibutuhkan baru cari pendonor plasma konvalesen, tapi PMI sudah memiliki stok plasma konvalesen saat dibutuhkan,” ucapnya.

Menurut Fitri-sapaan akrabnya- kampanye penyintas covid-19 terbatas karena dipengaruhi faktor Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). “Ditambah Banyak syarat dan Pemeriksaan lanjut menjadi Pendonor Plasma Konvalesen, tentunya aman bagi pendonor dan aman bagi yang menerima donor plasma konvalesen (pasien),”jelasnya.

Baca Juga:   Dua Dokter dan Lima Paramedis RSUD Alimuddin Umar Tumbang

Terpisah, kepala unit transfusi darah PMI Lampung, dr.Aditya, M.Biomed menjelaskan, saat ini, pengambilan plasma konvalesen di UTD Lampung masih terbatas, karena dilakukan secara konvensional. Yakni dengan cara donor biasa namun dengan persyaratan donor plasma konvalesen, sehingga hanya dapat dilakukan dengan siklus 60 hari atau 2 bulan.

“Solusinya, diperlukan alat penunjang lain yakni sterile connecting device pada apheresis,” katanya.

Dengan alat ini, maka plasma akan terambil  lebih maksimal, dengan satu orang bisa  minimal 400 ml. Bahkan bisa 600 ml, serta siklus pengambilannya jadi lebih cepat yakni 14 hari atau 2 pekan.

“Artinya, satu orang bisa donor konvalesen setiap 2 pekan sekali, sepanjang titer antibodi nya tinggi (biasanya maksimal 6 bulan setelah itu menurun bahkan hilang),” pungkasnya. (Gie/yud)




  • Bagikan