Bulan Ramadan, Menjadi Berkah Bagi Home Industri Gula Aren

  • Bagikan

radarlampung.co.id- Memasuki bulan ramadan produksi home industri gula merah atau gula aren di Kota Bandarlampung mulai kebanjiran rezeki. Tingginya permintaan disebabkan, banyaknya masyarakat yang menggunakan gula aren sebagai bahan dasar makanan aneka makanan manis, saat di bulan ramadan.

Aktivitas produsen gula aren yang masih dilestarikan dan ditekuni oleh Umar Kesuma (29) warga Jalan Wan Abdurahman, Kelurahan Sumber Agung, Kecamatan Kemiling, Bandarlampung, bahan gula aren yang digunakannya didapat dari nira pohon aren yang diambil dari kebunnya sendiri.

Umar Kesuma (29) pengelola gula aren menjelaskan, bahan baku pembuatan gula aren atau gula jawa berasal dari nira pohon aren ini, didapatnya dari beberapa batang pohon yang berada di kebun miliknya yang berjarak 2 kilometer dari kediamannya.

Baca Juga:   Terbukti Langgar Prokes, Wabup Lamteng Dihukum Bersihkan Fasum

“Setelah pohon aren didapat, lalu dimasak diatas wajan dengan menggunakan kayu sebagai bahan bakarnya selama tiga jam. Usai dimasak, kemudian gula dicetak pakai bambu yang sudah diukur,” ujarnya kepada radarlampung.co.id, saat ditemui dikediamannya, Senin, (21/5).

Usai dimasukan kedalam cetakan yang terbuat dari bambu, lanjut Umar, kemudian didiamkan selama lima menit, setelah gula akan mengeras dan siap dipasarkan.”Proses pembuatan gula aren ini sekilas memang terlihat mudah, tapi kalau nggak terbiasa hasilnya bisa nggak maksimal,” urainya.

Umar mengaku, masih memproduksi gula aren dikarenakan permintaan konsumen yang cukup tinggi sejak memasuki bulan suci ramadan 1439 hijriah, bahkan menurutnya permintaan gula aren meningkat hingga mencapai 10 kali lipat dari hari biasanya.

Baca Juga:   Polda Lampung Lakukan Vaksinasi Massal

“Kalau dihari biasa buatnya nggak nentu, tapi di bulan puasa gini permintaan dari konsumen cukup banyak jadi kalau bisa se. Untuk 1 kilogram dijual kepada pedagang seharga 20 ribu rupiah,” ujar bapak dua anak ini.

Dia menambahkan, faktor lain yang membuat permintaan gula aren semakin tinggi peminatnya, disebabkan banyaknya masyarakat khususnya para ibu dan pedagang aneka makanan rasa manis yang menggunakan gula merah sebagai bahan dasar utama disaat bulan ramadan.

“Alhamdulilah, kalau keuntungan sampai 10 kali lipat dari hari biasanya, karena pesanannya meningkat di bulan puasa ini. Namanya juga bulan penuh berkah,” pungkasnya. (ndi/ang)




  • Bagikan