BUMN Bantu Sulap Wisma Haji Rajabasa Jadi RS Darurat Covid-19

  • Bagikan
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi saat meninjau Wisma Rajabasa. Foto Diskominfotik Lampung

RADARLAMPUNG.CO.ID-Kedatangan pasokan oksigen bukan hanya menjadi satu-satunya kabar baik yang menyinggahi Lampung. Namun juga pada kesediaan Kementerian BUMN untuk membantu Lampung dalam menyiapkan rumah sakit darurat Covid-19.

Rencananya Kementerian BUMN akan membantu menyulap Wisma Haji dalam waktu 10 hari kedepan guna menjadikan Wisma Haji Rajabasa menjadi rumah sakit darurat Covid-19. Hal ini disampaikan Dr. dr. Fathema Djan Rachmat, Sp.B, Sp. BTKV (K), MPH menjabat sebagai Direktur Utama PT Pertamina Bina Medika IHC yang turut hadir dalam serah terima 15,08 ton oksigen dari Corporate Social Responsibility (CSR) PT Sinarmas dan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri) di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM), Kamis (29/7).


“Tadi kami berdiskusi, dan menghasilkan kesepakatan penambahan 200 tempat tidur untuk Lampung yang akan di buka di Wisma Haji sebagai rumah sakit darurat. mengenai rumah sakit darurat, memang BUMN yang akan membantu. Rumah sakit darurat ini masih dibutuhkan. Maka nantinya kita yang ikut merekrut para perawat, mengoperasikan rumah sakit, mendatangkan alat kedokteran, seperti ventilator dan lainnya untuk mendukung High Care Unit (HCU) dan Intensive Care Unit (ICU) seperti ventilator invasif dan ventilator non invasif,” ungkap dr. Fathema.

Dia menambahkan, untuk bantuan ini rencananya akan dirampungkan selama 10 hari kedepan. “Jadi akan kita siapkan 10 hari kedepan, di mana 200 tempat tidur nantinya akan ada fasilitas itu ada ICU, HCU, untuk menderita Covid-19 dengan gejala sedang, berat dan kritikal dan merawat yang ringan dan sedang juga. Total tempat tidurnya tersedia 200, namun bisa lebih. mudah-mudahan upaya yang dilakukan gubernur dan meneteri BUMN bisa meningkatkan ketahanan Lampung dan pengendalian Covid-19,” lanjutnya.

Baca Juga:   Pemprov Wacanakan Pembentukan Klaster Usaha Peternakan

Tak hanya itu, persoalan vaksinasi yang masih minim juga turut di laporkan Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi. Hal ini juga turut di respon Kementerian BUMN.

“Tadi bapak gubernur sudah menyampaikan untuk meminta upaya peningkatan jumlah vaksin yang masuk ke Lampung. Ini akan saya laporkan ke Menteri BUMN bahwa lampung masih butuh. Begitu juga obat-obatan juga akan kita sertakan, sudah ada standarnya dijalankan TNI untuk kita upayakan sampai ke Lampung,” tambahnya.

Sementara Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan dirinya bersama dengan dr. Fathema sudah mengunjungi langsung Asrama Haji Rajabasa yang akan menjadi rumah sakit darurat penanganan Covid-19 dengan ketersediaan 200 tempat tidur.

“Hari ini saya melakukan kunjungan wilayah termasuk wisma haji yang akan digantikan tempat isolasi dengan 200 kamar dan akan dijadikan rumah sakit darurat, kami baru dari sana bersama staff khusus Menteri BUMN ini. Dengan semua upaya ini harapannya Lampung bisa mempertahankan agar susana covid tidak meningkat,” ungkap Arinal saat di RSUDAM, Kamis (29/7).

Apalagi, tambah Arinal, Lampung merupakan provinsi di gerbang Sumatera. Maka dirinya mengajak semua masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. ” Selama ini terkendali dan bisa mengendalikan tapi setelah mudik dan beberapa kegiatan masyarakat akan jadi perhatian kembaki agar tidak menimbulkan masalah yang tidak kita inginkan,” tambahnya.

Baca Juga:   Penyaluran Vaksin Mulai Lancar Pasca Kedatangan Presiden

Arinal juga menyampaikan kebutuhan vaksinasi di Lampung. Dengan harapan pemerintah pusat kedepannya juga memberikan dosis yang cukup banyak agar masyarakat Lampung bisa tervaksinasi segera.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana mengatakan untuk menunjang operasional rumah sakit darurat di Wisma Haji Rajabasa, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung akan turut membantu menyiapkan tenaga kesehatan.

” Alhamdulillah beliau tadi sudah cek lokasi ke asrama haji dan memutuskan layak untuk dijadikan rumah sakit darurat. Ada berapa gedung yang dilihat ada yang untuk pasien dengan gejala ringan sampai dengan gejala berat bisa karena beliau akan menyiapkan ventilator sebanyak 25 dengan High Flow Nasal Cannual (HFNC) 30, jadi Alhamdulillah yang tadi nya hanya digunakan untuk gejala ringan tetapi ini sampai berat pun bisa dirawat di Wisma Haji,” beber Reihana.

Reihana mengatakan, nantinya akan ada Memorandum of understanding (MoU) dengan RS Krakatau Medika, karena itu semua dikelola mulai dari keuangan Operasional dan lain-lain semua dari BUMN melalui RS Krakatau Medika. Untuk 200 tempat tidur, Reihana mengatakan membutuhkan sekitar 300 tenaga kesehatan.

“Maka kita siapakan lebih kurang 200-300 tenaga kesehatan yang akan kita buka pelamarnya dan di Abdul Moeloek kebetulan banyak pelamar TKS, maka nanti akan kita bawa lakukan evaluasi ke pelamar. Dan tadi disampaikan dalan 10 hari sudah bisa digunakan, karena itulah beberapa MoU akan dituntaskan hari ini,” tandasnya. (rma/wdi)




  • Bagikan