Bunda Eva Resmikan Stadion Mini Way Dadi

  • Bagikan
Peresmian stadion mini Way Dadi oleh Wali Kota Bandarlampung, Jumat (28/5). Selanjutnya pengelolaan aset tersebut akan diserahkan ke Dispora dan pihak kecamatan. FOTO HUMAS PEMKOT BANDARLAMPUNG

RADARLAMPUNG.CO.ID – Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana meresmikan stadion mini Way Dadi, di Jalan Pulau Tegal, Sukarame, Jumat (28/5).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Deddy Amarullah, Kepala Dinas PU Iwan Gunawan, Plh. Sekkot Tole Dailami, dan undangan lain. Ditandai dengan pemotongan pita sebagai simbol resminya stadion tersebut.

“Alhamdulillah, peresmian sudah dilakukan hari ini. Masyarakat bisa langsung memanfaatkan fasilitasnya. Tempat (lapangan) voli, ada wahana olahraga lari,” kata Eva Dwiana.

Peresmian stadion mini Way Dadi oleh Wali Kota Bandarlampung, Jumat (28/5). Selanjutnya pengelolaan aset tersebut akan diserahkan ke Dispora dan pihak kecamatan. FOTO HUMAS PEMKOT BANDARLAMPUNG

Dalam kesempatan itu, Eva meminta para pengguna stadion dan fasilitasnya terus menjaga kebersihan.

“Dengan diresmikan ini, jangan lupa kebersihan. Utamanya karena yang memanfaatkan kita. Kalau Bunda kan, jauh. Khususnya kepada pedagang yang nanti akan menempati. Ini wujud peduli kami pemerintah kepada warga dan doakan PAD kita segera naik,” tegas Bunda Eva–sapaan akrab Eva Dwiana.

Baca Juga:   Kejari Lamsel Cek RSUD Bob Bazar, Tiga Obat Covid-19 Langka

Sementara Kadis PU Iwan Gunawan mengungkapkan, stadion mini yang dibangun pada lahan 11 ribu meter persegi ini menghabiskan dana senilai Rp6,5 miliar.

“Pembangunan dilakukan dalam dua tahap. Pertama dengan anggaran Rp4,5 miliar dan tahap dua Rp1,5 miliar. Setelah ini, aset kita serahkan ke Dispora, dan camat yang mengelolanya,” kata Iwan.

Dilanjutkan, dengan diresmikannya stadion tersebut, diharapkan masyarakat bisa menggunakannya dengan sangat baik dan bijak.

“Dengan fasilitas gedung, kios UMKM sebanyak 32, pos jaga, lapangan parkir, lapangan sepak bola, lapangan voli. Mudah-mudahan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat. Khususnya untuk mencetak atlet asli daerah yang berprestasi dan menjaganya dengan baik,” pungkasnya. (mel/ais)

 




  • Bagikan