Bupati Lamteng Launching Pasar Baru Tradisional PKH

  • Bagikan
Bupati Musa Ahmad didampingi Kepala Dinas Sosial Lamteng Ir. Haris Fadillah, M.M. saat launching Pasar Baru Tradisional PKH di Terbanggi Besar, Minggu (28/11). FOTO DOKUMEN DINAS SOSIAL LAMTENG

RADARLAMPUNG.CO.ID – Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad me-launching Pasar Baru Tradisional PKH (program keluarga harapan), di Jalan 12, Terbanggi Besar, Minggu (28/11).

Bupati Musa Ahmad didampingi Kepala Dinas Sosial Lamteng Ir. Haris Fadillah, M.M. mengatakan, Pasar Baru Tradisional PKH bertujuan meningkatkan ekonomi masyarakat dan keluarga penerima manfaat (KPM).



“Sebagai tempat transaksi jual beli dengan lokasi dekat dan harga terjangkau, Pasar Baru Tradisional PKH ini juga menjadi pusat pengembangan dan pemasaran usaha para KPM. Ini juga sebagai upaya percepatan graduasi mandiri,” kata Musa Ahmad.

Baca Juga:   Dinas Sosial 'Tutup Mata' Terkait Bencana Daerah

Ia mengungkapkan, Pasar Baru Tradisional PKH ini kali pertama dibuka pada 11 Oktober lalu. Hingga saat di-launching, sudah lima kali berjalan.

“Ada 61 pedagang yang berjualan di lokasi ini. Terdiri dari KPM PKH sebanyak 29 orang dan masyarakat umum 32 orang,” urainya.

Baca Juga:   Dinas Sosial 'Tutup Mata' Terkait Bencana Daerah
Bupati Musa Ahmad didampingi Kepala Dinas Sosial Lamteng Ir. Haris Fadillah, M.M. saat launching Pasar Baru Tradisional PKH di Terbanggi Besar, Minggu (28/11). FOTO DOKUMEN DINAS SOSIAL LAMTENG

Selain membuka Pasar Baru Tradisional PKH, Dissos Lamteng juga meningkatkan pemberdayaan PKH melalui sejumlah program.

Antara lain Geryonam (gerakan ayo menanam) dengan memanfaatkan pekarangan atau lahan kosong. Kemudian pembinaan dan usaha mikro PKH berupa keripik pisang, kopi jahe dan lainnya.

Baca Juga:   Dinas Sosial 'Tutup Mata' Terkait Bencana Daerah

Untuk Terbanggi Besar, jumlah ada 3.571 KPM. Dari 2018-2021, ada 614 KPM yang sudah graduasi mandiri.

Sementara Kadis Sosial Lamteng Haris Fadillah mengungkapkan, Pasar Baru Tradisional PKH akan digelar berkelanjutan setiap minggu.

“Harapannya, ini akan meningkatkan pendapatan masyarakat. Terutama bagi keluarga penerima manfaat PKH. Ini juga termasuk upaya percepatan graduasi mandiri,” kata Haris Fadillah. (ais)






  • Bagikan