Bupati Loekman : Kerja Sama dengan UGM Pondasi Pembangunan Lamteng

  • Bagikan
Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto saat konferensi pers terkait kerjasama dengan UGM, Senin (22/7). Foto Syaiful Mahrum/radarlampung.co.id

radarlampung.co.id. – Pemkab Lampung Tengah menggelar konferensi pers terkait kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta, Senin (22/7). Kerja sama ini sebagai pondasi pembangunan di bawah kepemimpinan Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto.

“Katanya lebih baik banyak bekerja daripada bicara. Tapi, rasanya saya perlu bicara melalui media agar masyarakat tahu program pembangunan apa saja yang akan dilaksanakan di Lamteng. Banyak anggapan sebagian masyarakat kepemimpinan saya tidak terarah. Entah itu karena unsur politik atau pengamat pemerintahan yang begitu baik kepada saya,” kata Loekman didampingi Staf Ahli Zulkifli dan sejumlah kepala SKPD di Nuwo Balak.

Kerja sama dengan UGM, kata Loekman, akan dijadikan pondasi membangun Lamteng. “Saya hendak meletakkan pondasi kepemimpinan dengan pembangunan yang terarah. Saya  ingin pembangunan Lamteng berpola. Saling berkaitan. Makanya, kita minta UGM menyusun grand design pembangunan Lamteng secara menyeluruh. Ini agar arah pembangunan jelas dan berkaitan  Selama ini Lamteng tak ada masterplan pembangunan. Berdasarkan keinginan kepala daerah. Bukan berdasarkan apa yang cocok dan dibutuhkan di Lamteng,” ungkapnya.

Alhamdulillah, kata Loekman, niat baik disambut baik dengan dijalinnya kesepakatan kerja sama. Niat kita disambut baik. Penghargaan yang tinggi, wilayah Sumatera baru Lamteng. Seharusnya ini dipelopori provinsi. Tapi, Lamteng memang sangat membutuhkannya. Masyarakat Lamteng banyak yang jadi buruh. Walaupun punya tanah, penghasilannya sebagai buruh. Kalau bisa penghasilannya seperti pengusaha. Keuntungan hasil usaha  meningkatkan derajat ekonomi masyarakat,” katanya.

Loekman melanjutkan, putra daerah bisa kuliah di UGM tanpa tes. “Putra daerah bisa kuliah di UGM tanpa tes. Ini atas rekomendasi bupati. Kita yang menyeleksi. Jadi persiapkan diri. Sementara ini tidak gratis. Jika punya kemampuan keuangan daerah, kita akan berikan beasiswa nantinya. Pihak UGM juga akan mengirimkan mahasiswanya untuk gugus tugas atau KKN,” paparnya.

Dalam perencanaan membangun Kawasan Industri Maritim (KIM) Terpadu di Kecamatan Bandarsubaya, kata Loekman, UGM akan membuat rancangannya. “UGM akan membuat rancangan KIM di Kecamatan Bandarsurabaya. Saya sudah sampaikan kepada presiden. Presiden merespons dengan baik. Pelaksananya dari kementerian, baik Kementerian PUPR, Kemendag, dan KKP.  Nanti dibangun double track dari Simpang Randu, pembangunan dermaga, dan normalisasi muara sungai agar kapal besar bisa sandar. Anggarannya dari APBN yang diperkirakan menelan Rp600 miliar. Mudah-mudahan tidak sia-sia karena prinsip ekonomi jadi pertimbangan. Lebih efisien daripada jalur darat,” katanya

Selain itu, kata Loekman, pihaknya juga telah menyediakan lahan 5 hektare untuk peternakan bebek, perikanan 5 hektare, dan 87 hektare untuk pembibitan jahe di Kecamatan Trimurjo. “Kita sudah siapkan lahan untuk peternakan bebek, perikanan, dan pembibitan jahe. Pembiayaannya belum dibicarakan. Tapi, diupayakan dibebankan ke Kemenristekdikti. Meski demikian, kita akan tetap siapkan anggarkan Rp2-Rp4 miliar jika diperlukan,” ujarnya

Pihak UGM juga akan membantu optimalisasi CSR. “Optimalisasi CSR juga akan dibantu UGM. UGM akan menghubungkan ke perusahaan-perusahaan besar bertaraf nasional. CSR dari perusahaan di Lamteng sebenarnya bisa mencapai Rp170 miliar setahun. Ini sedikit CSR yang masuk ke pemerintah daerah. Perusahaan banyak memberikan CSR kepada karyawannya di sekitar lokasi, bukan ke masyarakat umum. Sudah puluhan tahun banyak perusahaan berdiri di Lamteng. Potensi pajak air tanah, 10 perusahaan saja bisa Rp22 miliar. Selama ini yang kita terima hanya Rp3 miliar,” tegasnya. (sya/wdi)




  • Bagikan