Bupati Tanggamus Serahkan Insentif Nakes

  • Bagikan
Bupati Tanggamus Dewi Handajani secara simbolis menyerahkan insentif bagi nakes yang menangani kasus Covid-19. Penyerahan secara simbolis berlangsung di Puskesmas Rantau Tijang, Kecamatan Pugung. FOTO RNN

RADARLAMPUNG.CO.ID – Bupati Tanggamus Dewi Handajani menyerahkan insentif untuk tenaga kesehatan (nakes) yang menjadi garda terdepan dalam penanganan virus Corona. Kegiatan tersebut berlangsung di Puskesmas Rantau Tukang, Kecamatan Pugung.

Dewi mengungkapkan, insentif yang diberikan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tersebut sebagai bentuk kepedulian atas dedikasi nakes.

“Insentif ini berasal dari bantuan operasional kesehatan (BOK), tambahan dengan alokasi untuk Tanggamus Rp4.147.500.000. Diberikan kepada nakes di seluruh puskesmas dan RSUD Batin Mangunang,” kata Dewi.

Dilanjutkan, dari alokasi yang diberikan pusat ke Tanggamus, ada sejumlah nakes yang belum mendapat insentif. Sebab penerima berdasar data yang merujuk hasil verifikasi pusat.

Baca Juga:   Diskes Tanggamus Butuh 2.500 Dosis untuk Vaksinasi Nakes Dosis Ketiga

“Bagi nakes yang belum mendapatkan insentif, diupayakan dari APBD Tanggamus melalui refocusing anggaran,” sebut Bunda Dewi–sapaan akrab Dewi Handajani.

Dalam kesempatan tersebut, Dewi berharap seluruh nakes tetap semangat bekerja. Khususnya saat menangani pasien Covid-19.

“Terima kasih kepada seluruh nakes yang telah menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19. Atas kerja kerasnya, kerja ikhlasnya. Semoga ini menjadi ladang ibadah. Insya Allah ke depan kita bisa bersama-sama mengendalikan penyebaran Covid 19 di Tanggamus,” pungkas bupati.

Sementara Kepala Diskes Tanggamus Taufik Hidayat mengatakan, insentif diberikan kepada 993 orang. Rinciannya dokter dan dokter gigi sebanyak 108 orang, bidan dan perawat sebanyak 763 orang dan tenaga kesehatan lainnya sebanyak 120 orang.

Baca Juga:   PWI Tanggamus Beri Bantuan untuk Warga Pra Sejahtera Terdampak Covid-19

“Insentif diberikan untuk Maret-Mei 2020 atau Rp2.165.368.089 atau sebesar 60 persen dari usulan persetujuan oleh BPPSDMK Kemenkes,” kata Taufik. (ehl/ral/ais)

 




  • Bagikan