Bupati Tanggamus : Tanaman Hias Bisa jadi Sumber Pendapatan Baru

  • Bagikan
Bupati Tanggamus Hj Dewi Handajani didampingi Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandar Lampung Muh.Jumad meninjau kontes dan bazar tanaman hias yang diselenggarakan di Kompleks tempat wisata Butterfly Kecamatan Gisting. Foto Bagian Protokol Pemkab Tanggamus

RADARLAMPUNG.CO.ID-Bupati Tanggamus Hj Dewi Handajani mengapresiasi kegiatan kontes,bazar dan bimtek ekspor tanaman hias di Kompleks Taman Wisata Butter Fly Gisting, Sabtu (10/4). event itu digelar Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Bandar Lampung bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan,Tanaman Pangan dan Hortikultura (DKPTPH) serta kelompok tani.

Menurut Dewi Pandemi Covid-19 ini memberikan dampak luar biasa termasuk dampak ekonomi bagi masyarakat.Oleh karena itu peran UMKM di Tanggamus dapat membua ekonomi rakyat bisa bertahan.

“Berbagai macam produk yang dapat diupayakan dan salah satunya adalah tanaman hias yang semakin booming semenjak pandemi dan bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat, jadi adanya kegiatan ini sangat bagus sekali,” kata Dewi Handajani.

Baca Juga:   Kerumunan Organ Tunggal di Semaka, Polisi Buru Penyelenggara

Dengan adanya bimtek ekspor tanaman hias tersebut Dewi berharap agar dapat menambah wawasan serta kemampuan dari pada petani tanaman hias sehingga nanti bisa menjual tanaman hias dengan varietas-varietas baru dengan kualitas yang lebih baik bahkan muncul varietas tanaman hias yang menjadi ciri khas Tanggamus.

“Saya berharap tanaman hias di Kabupaten Tanggamus dapat memiliki spesifikasi tertentu sehingga bisa menarik untuk pasar ekspor,” ujar bunda sapaan akrab bupati.

Dalam kesempatan itu, bupati juga memberikan door prize kepada peserta bimtek dan bantuan kepada panitia kegiatan.

Turut hadir dalam kegiatan yang dikemas dalam ngopi bareng petani bunga hias dan peternak kambing itu diantaranya Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandar Lampung Drs. Muh.Jumad, M.Si., Kepala DKPTPH Tanggamus, Hi.Catur Agus Dewanto, SP dan Kabag Protokol Riens Abdul Kadir.(ral/ehl)



  • Bagikan