Bupati Tuba Ungkap APKASI Otonomi Expo di Medan Program Strategis

  • Bagikan
Bupati Tulangbawang Winarti menghadiri APKASI Otonomi Expo 2022 di Medan. Foto Diskominfo Tulangbawang
Bupati Tulangbawang Winarti menghadiri APKASI Otonomi Expo 2022 di Medan. Foto Diskominfo Tulangbawang

Radarlampung.co.id – Bupati Tulangbawang (Tuban) Winarti mengungkapkan jika kegiatan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Otonomi Expo 2021, merupakan salah satu program strategis untuk daerah.

Kegiatan yang diselenggarakan di Le Polonia Hotel, Medan, Sumatera Utara, tersebut merupakan langkah untuk mulai menggerakkan roda perekonomian di daerah.


“Ini merupakan program strategis, bentuk sinergi pusat dan daerah. Kabupaten Tulangbawang tentu akan mendukung penuh kegiatan yang bertujuan untuk menggerakkan roda perekonomian di daerah ini,” kata Bupati, Kamis (18/11).

Winarti yang juga wakil bendahara umum APKASI menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan wadah untuk daerah dapat berinovasi.

Seperti kata Ketua Umum APKASI Sutan Riska Tuanku Kerajaan, lanjut Winarti, inovasi yang dimaksud bisa dalam bentuk mempromosikan produk UKM dari masing-masing daerah.

Baca Juga:   Pemkab Tuba Petakan Wilayah Rawan Bencana

Melalui kegiatan ini, daerah juga dapat menarik investor untuk berinvestasi ke wilayah masing-masing, baik dalam skala Nasional maupun Internasional.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 36 bupati, 11 wakil bupati dan para perwakilan dari pemkab yang hadir secara offline.

Sesuai perannya, APKASI dalam hal ini mencoba membantu memfasilitasi segenap anggotanya yang mencakup 416 pemerintah kabupaten di seluruh Indonesia untuk mempromosikan berbagai keunggulan komoditas perdagangan, destinasi wisata serta potensi investasi yang dimiliki melalui kegiatan expo ini.

Dikutip dari apkasi.org, pada pertengahan Oktober 2021 lalu, APKASI juga melangsungkan kegiatan Otonomi Expo dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Kegiatan tersebut terbilang cukup sukses. Sebab berhasil mencatatkan transaksi berupa invenstasi senilai Rp11,3 triliun dan 200 juta US dollar. Hasil tersebut diharapkan dapat membantu upaya membangkitkan kembali perekonomian daerah di tengah badai Covid-19. (nal/sur)





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan