Cabai Meroket, Diprediksi Stabil Februari 2021

  • Bagikan
Harga cabai di Tanggamus mulai naik sejenak sepekan terakhir. Bahkan awal pekan, harganya mencapai Rp80 ribu per kilogram. FOTO UJI MASHIDU/RADARLAMPUNG.CO.ID
Harga cabai di Tanggamus mulai naik sejenak sepekan terakhir. Bahkan awal pekan, harganya mencapai Rp80 ribu per kilogram. FOTO UJI MASHIDU/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Harga cabai merah meroket mencapai 50 persen. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Bandarlampung I Kadek Sumartha memprediksi, harga akan normal kembali pada Februari 2021.

“Ya, kalau diprediksi harga cabai merah akan kembali normal awal Februari 2021. Meroketnya harga cabai, banyak faktor, salah satunya karena musim hujan,” katanya kepada Radarlampung.co.id, Sabtu (26/12).


Saat ini, cabai di tingkat petani untuk cabai kriting dari Rp25 ribu naik mencapai Rp50 ribu per kilo. Sedangkan cabai merah besar dari harga Rp20 ribu-an naik mencapai Rp55-Rp60 ribu per kg.

“Cuma itu saja yang naiknya sangat siginifikan. Namun, kenaikan ini dinilai wajar, lantaran ada peningkatan daya beli masyarakat. Selain itu, petani yang melakukan panennya jarang,” jelasnya.

Baca Juga:   Aspal Terminal Rajabasa Banyak Rusak

Kenaikan ini juga bukan ada permainan ditingkat pengepul. Akan tetapi, riil terjadi lantaran stok cabai kurang ditingkat petani.

“Banyak faktor, salah satunya juga karena distribusi, yang nanam juga jarang, karena bulan kemarin harganya anjkok, jadi petani juga ada rasa kawatir harganya anjlok lagi,” bebernya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radarlampung.co.id, harga cabai merah di pasar mencapai Rp100 ribu per kg. Sedangkan ditingkat pengecer, harganya menjadi Rp110 ribu per kg. (apr/yud)




  • Bagikan