Cabai Setan Tembus Rp140 ribu/kg

  • Bagikan

Radarlampung.co.id – Harga komoditas cabai setan di pasar tradisional Kota Bandarlampung, tembus diangka Rp140 ribu/kg. Kenaikan tersebut dipicu lantaran pasokan cabai kian menipis dan faktor cuaca Extrem tak menentu.

Siti, Pedagang Cabai di Pasar Wayhalim menyampaikan, bahwa harga Cabai Setan per hari ini (5/3) mencapai harga sekitar Rp130-140 ribu/kg. Biasanya, dirinya menjual Rp80 ribu/kg.


“Apalagi kami sebagai penjual cabai tidak bisa memilih cabai yang tampilannya bagus atau tidak. Tapi dicurahkan dan stok juga nggak banyak. Jadi, hanya menerima dari Agennya seperti apa yang terlihat,” ungkap Siti.

Untuk jenis cabai lainnya, seperti cabai merah atau hijau, masih harga normal, yakni sekitar 35-45 ribu/kg.”Kami berharap harga cabai terutama cabai setan bisa stabil kembali,”pintanya.

Baca Juga:   Perkuat Ketahanan Ekonomi Masyarakat, BRI Dorong Pemberdayaan Ekosistem Bisnis Klaster

Ditempat lain, Indah salah satu pedagang di pasar Gintung mengaku, cabai setan naik Rp130 ribu/kg. Padahal, pada hari Kamis (4/3), masih diharga Rp105 ribu/kg..

“Kenaikannya bertahap. Bulan lalu harga dikisaran Rp70-80 ribu/kg. Hanya cabai setan saja yang naik, kalau cabai rawit dan cabai merah masih standar,” timpalnya.

Akibat kenaikan harga tersebut lanjutnya, jumlah pembeli jadi ikut berkurang yang tadinya pelanggan biasa beli sekilo, tapi dikurangi jadi hanya beli setengahnya saja.

“Kita harap harga cabai turun lah jangan mahal-mahal banget. Karenakan kalau mahal pembeli juga mau beli mikir dulu kalaupun jadi beli dikurangi,” harapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Bandarlampung, Adiansyah membenarkan bahwa harga cabai rawit pedas (cabe setan,red) mengalami pelonjakan.

Baca Juga:   Honda Laksanakan Webinar Berkendara Aman Bersama Radar Lampung

Dari hasil pantauan Disdag, awal Februari 2021 tembus Rp70 ribuan dan akhir Februari 2021 mencapai Rp80 ribuan. Meskipun harga Cabai Setan meningkat, masyarakat Bandarlampung umumnya jarang menggunakan cabai setan. Ia pun memberikan solusi  pengganti cabai setan dengan menggantikan cabai rawit jenis lainnya yang harga masih terjangkau.

“Kota Bandarlampung kan tidak merupakan sentra petani cabai setan. Ada beberapa petani cabai setan tapi tidak besar. Karena, Bandarlampung kota Pembangunan, jadi membelinya di kabupaten lain. (gie/yud)




  • Bagikan