Capaian 2021 Lampaui 2020, Bapenda Lampung Siap Genjot PAD 2022

  • Bagikan
Capaian 2021 Lampaui 2020, Bapenda Lampung Siap Genjot PAD 2022
Adi Erlansyah Kepala Bapenda Lampung. Foto Prima Imansyah Permana/radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID-Capaian pendapatan daerah Provinsi Lampung sepanjang 2021 mencapai Rp7,48 triliun. Jumlah ini terdiri atas sumber pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp3,26 triliun; dana transfer daerah Rp4,20 triliun dan dana sumber lainnya Rp18,01 miliar.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung, Adi Erlansyah mengungkapkan jumlah tersebut lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Seperti pada 2019, capaian pendapatan Provinsi Lampung sebesar Rp7,26 triliun. Yang terdiri dari PAD Rp3,01 triliun, dana transfer ke daerah Rp4,19 triliun dan pendapatan lain-lain Rp55,86 miliar.



Kemudian di 2020, bahkan pendapatan sempat menurun. Hasil realisasi anggaran pada 2020, pendapatan di Provinsi Lampung secara total Rp7,01 triliun. Jumlah ini terdiri dari PAD sebesar Rp2,84 triliun, dana transfer ke daerah Rp4,12 triliun dan dana lainnya Rp55,38 miliar.

Baca Juga:   Mulai Bangkit, Realisasi Pajak Pemkab Tuba Naik Rp5 M Lebih

“Pendapatan meningkat tidak lepas dari kebijakan dan arahan Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi. Karena itu kami berupaya di tahun 2022 ini agar lebih cepat lagi pendapatan kita dapat terserap. Kami melakukan berbagai upaya lah, salah satunya memenuhi target 2022 dengan total pendapatan Rp7,55 triliun, sementara total PAD sebesar Rp3,44 triliun,” ungkapnya.

Baca Juga:   Tingkatkan Pendapatan Sektor Pajak, Pemkab Tuba Akan Tambah Tapping Box

Beberapa hal yang dilakukan dalam meningkatkan pendapatan Provinsi Lampung diantaranya memaksimalkan penerimaan dan menekan kemungkinan terjadinya kebocoran. Yang di lakukan ialah dengan mengindentifikasi semua potensi yang ada di intensifkan pemungutan nya. Kemudian menerpakan IT (ilmu teknologi) seperti aplikasi-aplikasi juga sangat bermanfaat untuk memastikan data yang benar dan tidak terjadi kebocoran sumber pendapatan.

“Kita juga MOU dengan Pertamina, pengendalian dan pengawasan terhadap kinerja aparatur juga perlu di lakukan. Kemudian ada smart village, E- Samdes sehingga pendapatan kita targetnya bisa tercukupi. Alhamdulillah ya dari sisi pendapatan keseluruhan meningkat, biasanya kontribusi pad paling besar 40 atau 41% tertinggi tetapi sekarang kontribusi pad terhadap pendapatan itu 43,60%. Artinya kemandirian fiskal daerah sudah meningkat dan itu dikejar idealnya 45%,” tambahnya.

Baca Juga:   Tingkatkan Pendapatan Sektor Pajak, Pemkab Tuba Akan Tambah Tapping Box

Karenanya, pendapatan pada 2022 ini akan digenjot terus agar dapat melampaui target yang telah ditentukan. Terutama pada pendapatan sektor pajak yang memang menyumbang 83% sumber pajak. “Untuk itu kami berharap masyarakat juga taat terhadap pembayaran pajak, sehingga pendapatan kita bisa tinggi dan kita bisa juga melakukan belanja agar perekonomian masyarakat juga meningkat,” tandasnya. (rma/wdi)






  • Bagikan