Catat, Citraland Janji Ubah Lokasi Longsor Menjadi Ruang Terbuka Hijau

  • Bagikan
Proses perbaikan longsor di perumahan Citraland Bandarlampung, Senin (8/2). FOTO ANGGRI SASTRIADI/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pasca bencana longsor yang menimpa dua unit rumah beberapa waktu lalu, pengembang Citraland Bandarlampung memutuskan untuk merelokasi beberapa warga di sekitar lokasi longsor. Pantauan radarlampung.co.id, dua alat berat ekskavator melakukan pengerukan bekas longsor. Yang masuk ke area pemukiman warga sekitar. Pada lahan milik warga bernama Marsidi alias Aceng, pengembang menimbun dua kolam ikan gurame.

Kuasa hukum Citraland Bandarlampung: Sopian Sitepu didampingi GM Citraland: Rudi Setiawan menjelaskan, pihaknya telah melakukan treatmen agar tak lagi terjadi longsor. “Kami kini masih menunggu hasil kajian dari konsultan. Rencana memang lokasi (longsor) tidak akan kami lakukan pembangunan lagi,” katanya, Senin (8/2).


Tak hanya itu saja, pihak Citraland Bandarlampung pun telah melakukan investigasi terkait penyebab longsor tersebut. “Yang kami dapatkan (hasil investigasi) memang intensitas curah hujan sangat tinggi beberapa bulan ini,” kata dia.

Baca Juga:   Pemkot-PDI Perjuangan Gelar Vaksinasi di Bandarlampung

Menurutnya, peristiwa longsor itu di luar perkiraan manajemen. “Sejak tahun 2016 memang sudah kita lakukan treatmen. Dan pembangunannya juga sudah sesuai kajian,” ucapnya.

Kedepan, lanjut dia, lokasi terjadinya longsor itu nantinya akan dijadikan ruang terbuka hijau. “Ini tentunya hasil dari masukan pemerintah setempat. Untuk itulah apapun itu (saran) ketentuan sesuai peraturan Pemerintah Kota Bandarlampung,” jelasnya.

Namun, dirinya belum bisa membeberkan taksiran kerugian dari longsor dua unit rumah itu. “Sedang kami dalami,” bebernya.

Sejauh ini, pihak manajemen telah mengganti kerugian akibat longsor tersebut. “Sudah kami lakukan pemberian santunan dan ganti rugi juga,” kata dia.

Sementara itu, salah satu korban yang terkena dampak longsor rumah tersebut: Marsidi alias Aceng mengaku bahwa dirinya telah menerima santunan sebesar Rp50 juta. “Santunan itu di luar pembangunan kolam ikan,” pungkasnya. (ang/sur)




  • Bagikan