Catat ! Delapan Kecamatan di Lamsel ini Punya Potensi Investasi Tinggi

  • Bagikan
Tim Anggaran DPRD Lamsel membahas KUA PPAS bersama TAPD Lamsel di ruang rapat Rumah Dinas Ketua DPRD, Jumat (25/10). Foto : Yuda Pranata/radarlampung.co.id

radarlampung.co.id – DPRD Lampung Lampung Selatan bersama Pemkab setempat menyatakan  delapan Kecamatan punya potensi investasi tinggi. Delapan Kecamatan itu yakni Bakauheni, Penengahan, Kalianda, Sidomulyo, Katibung, Tanjungbintang, Jatimulyo dan Natar.

Hal tersebut diungkapkan Ketua DPRD Lamsel, Hendry Rosadi saat pembahasan KUA PPAS bersama tim TAPD Pemkab setempat, Jumat (25/10).

Hendry menjelaskan, berdasarkan hasil keputusan dari pemerintah pusat, dari 57 kabupaten/kota yang memiliki investasi tinggi, ada dua Kabupaten di provinsi Lampung yang masuk dalam penetapan tersebut yakni Kabupaten Lampung Selatan dan Kabupaten Tanggamus.

“Jadi, ditetapkannya Lamsel menjadi daerah yang memiliki investasi tinggi. Kita harus mempersiapkan RDTR nya (Rancangan Detail Tata Ruang),” ungkap Hendry, Jumat (25/10).

Dibuatnya RDTR tersebut, agar investor bisa melihat dengan jelas daerah mana saja yang merupakan lokasi pariwisata, industri, pendidikan, pertanian maupun lokasi lain yang dapat menunjang pembangunan Lamsel.

“Kalau sudah ada RDTR kan jelas. Jadi investor akan tahu dimana mereka akan membangun tempat usahanya,” katanya.

Sementara, Sekda Lamsel, Fredy mengaku akan mempersiapkan RDTR untuk wilayah Lamsel. Sebelum membuat RDTR, pihaknya ingin mencari tahu program pemerintah pusat dan pemerintah provinsi agar program Kabupaten dapat sinkron.

“Seperti yang pak Ketua Dewan katakan tadi, dalam penyusunan RDTR harus berkaca pada program pemerintah pusat dan Provinsi. Makanya kita akan mencari tahu kedua program tersebut yang masuk wilayah Kabupaten Lamsel,” ujarnya.

Dalam membuat satu RDTR, sambung Fredy, akan memakan biaya sekitar Rp500 juta. Sehingga RDTR akan di kerjakan tidak secara keseluruhan melainkan secara bertahap. “Mengingat anggaran kita yang masih minim. Mungkin RDTR itu tidak dikerjakan sekaligus, melainkan secara bertahap,” pungkasnya. (yud/wdi)




  • Bagikan