Catat! Ini Harga Telur yang Harus Diberlakukan Versi PPN Lampung

  • Bagikan
Pedagang melayani pembeli di pasar tradisional Pasir Gintung, Tanjungkarang Pusat, Bandarlampunh, Kamis (2/4). Sejumlah barang terpantau masih cukup stabil. Salah satunya telur yang dijual Rp23 ribu per kilogram. FOTO M. TEGAR MUJAHID/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Harga telur yang dirasa cukup tinggi berangsur turun. Dewi (26), seorang ibu rumah tangga mengaku baru saja membeli telur ayam di harga Rp27 ribu per kilogram.

Menurutnya, harga tersebut sudah lebih rendah dari harga saat ia membeli telur di akhir tahun.



“Bulan lalu, sekitar akhir tahun, saya beli di harga Rp30an ribu per kg, terus beli lagi hargaya Rp29 ribu, ini baru beli harganya Rp27 ribu. Alhamdulillah, kami bisa makan telur lagi. Pas lagi tinggi, kami irit-irit beli telurnya,” katanya saat ditanyai usai berbelanja di salah satu warung kelontongan.

Terpisah, Ketua Pinsar Petelur Nasional (PPN) Lampung Jenny Soelistiani menuturkan, harga untuk Lampung Rp26 ribu tapi itu sudah termasuk karpet telur dan transportasi ke pedagang.

Jika ada pedagang ecer yang menjual telur masih harga tinggi, kemungkinan barang belum habis, dan modal yang digunakan juga masih tinggi.

“Tapi kedepannya sudah turun, harusnya sudah di harga Rp28 ribu, dan berangsur akan turun lagi harganya,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung per 4 Januari, diketahui harga telur di beberapa pasar tradisional sudah mulai turun, di antaranya pasar Gintung, Cimeng, dan Pasar Kangkung sudah turun ke harga Rp28 ribu perkg, Pasar Way Halim dan Pasar Panjang Rp27 ribu, dan Pasar Tamin Rp26.500 per kg.

Namun, harga ayam broiler masih tinggi di beberapa pasar, di Pasar Gintung, dan Tamin bahkan masih di angka Rp42 ribu. Untuk cabai rawit merah harga tertinggi masih di angka Rp80 ribu per kg, dan cabai rawit hijau Rp70 ribu per kg. (rur/sur)






  • Bagikan