Catat ! Ini Penjelasan Ketua Partai Demokrat Lampung Edy Irawan Arief Soal Formatur Kepengurusan

  • Bagikan
Edy Irawan Arief, didampingi Agus Revolusi usai menghadiri pengukuhan DPW Partai Ummat Lampung. Foto Agung Budiarto/radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID- Ketua DPD Partai Demokrat Lampung Edy Irawan Arief menjelaskan dirinya mengumpulkan fraksi-fraksi Rabu (5/1/22) malam untuk membahas beberapa target ke depan sekaligus pengenalan dan konsolidasi.

“Nanti akan dijadwalkan ulang khusus untuk ketua DPC. Sebab memang khusus untuk fraksi. Dan memang ada ketua DPC yang hadir tapi tidak semua. Misalnya yany kepala Daerah dari Waykanan itu kan ada pertemuan dengan pak Mendagri,” katanya, usia menghadiri pengukuhan Partai Ummat di Hotel G Syariah, Kamis (6/1/22).



Dia juga mengatakan ada beberapa daerah yang masih belum memiliki Ketua DPC, diantaranya Lampung Timur. Karenanya dalam waktu dekat juga dia akan menghadap DPP. “Nanti akan sementara saya ambil alih atau seperti apa. Sebab, jabatan Plt. Ketua itu hanya satu tahun saja,” katanya.

Terkait kehadiran Ike Edwin dalam pertemuan fraksi tadi malam, Edy mengatakan tidak ada hubungannya dengan partai. Sejauh ini, kata dia belum ada obrolan. Namun jika memang Ikke Edwin berminat dia mengaku pihaknya terbuka. “Semalam itu, beliau ajak makan sebenarnya di kediamannya. Saya bilang, sudah sekalian di rumah saja. Makanya beliau hadir,” jelasnya.

Saat ini, kata dia pihaknya tengah fokus menyusun kepengurusan formatur yang nantinya akan dibawa langsung ke DPP pada 11 Januari 2022. Nama-nama yang masuk formatur adalah tentu saja dirinya, kemudian Budiman A.S, Agus Revolusi, Zuldin Alamsyah, Sarpiah, dan Alamudin. Informasi dihimpun Radar Lampung, nama nama yang bakal mendampinginya dalam KSB adalah Budiman A.S sebagai sekretaris dan Agus Revolusi sebagai Bendahara. Namun dia belum mau membocorkan siapa saja yang menjadi struktur inti mendampinginya menjadi Sekretaris, dan Bendahara. Kata dia nama-nama ini hanya ditugaskan menyusun kepengurusan. “Ya hanya menyusun kepengurusan saja belum tentu ada di posisi strategis itu. Kalau iya ya kebetulan saja,” katanya.  (abd/wdi)






  • Bagikan