Catat ! Ini Tiga Program Pemkab Tanggamus Tanggulangi Stunting

  • Bagikan
foto ilustrasi taken from kanalinspirasi.com

RADARLAMPUNG.CO.ID–Pemkab Tanggamus membuat terobosan mengenai aksi penanggulangan stunting melalui tiga program.

Menurut Kepala Badan Perencanaan Penelitian Pembangunan Daerah (Bappelitbang) Tanggamus, Hendra Wijaya Mega tiga program tersebut yaitu, peningkatan sanitasi layak melalui penguatan sanitasi total berbasis masyarakat, peningkatan jumlah pekon ODF guna mewujudkan Kabupaten Tanggamus bebas dari perilaku buang air besar sembarangan (BABS) dan pemenuhan gizi yang berkualitas pada anak.

“Tiga program diharapkan mampu membawa perubahan yang signifikan pada kualitas kesehatan dan pada pencegahan serta penanganan kasus stunting pada anak,” kata Hendra.

Dilanjutkan Hendra pada tahun ini ada 26 pekon yang jadi lokasi penanganan stunting dan di tahun 2022 ada 28 untuk penanganan stunting.

Baca Juga:   Pemkab Tubaba Siapkan Lima Hektare untuk Bangun Lapas dan Rutan

“Kami bersama-sama dinas terkait telah berkoordinasi untuk penanganan stunting. Penanganan secara teknis dilakukan oleh Dinas Kesehatan,” kata Hendra.

Hendra mengaku, memang secara nasional Kabupaten Tanggamus masuk dalam perhatian penanganan stunting sejak 2019. Tanggamus masuk 60 kabupaten penanganan stunting.

Pada saat itu ada sebilan pekon, 2020 ada 33 pekon. Lantas terus dilakukan perhitungan dan analisis pendataan yang dilakukan bersama oleh Bappelitbang, Dinas Kesehatan (Diskes) Dinas Lingkup Hidup dan Kebersihan, Dinas PUPR.”Kami akan terus mengupayakan maksimal untuk permasalahan stunting agar dapat tertangani maksimal,” kata dia.

Ia mengaku, penyebab timbulnya stunting adalah timbulnya gizi buruk, kurang maksimalnya penanganan pada 100 hari pertama kelahiran, masih terbatasnya pelayanan posyandu dan banyak masyarakat belum terima jaminan kesehatan daerah.

Baca Juga:   Pemkab Tubaba Siapkan Lima Hektare untuk Bangun Lapas dan Rutan

“Untuk masyarakat yang jadi sasaran akan jadi perhatian dan penanganan, salah satu di dalamnya ada pemberian bantuan pangan untuk perbaikan gizi,” kata Hendra.

Masih kata Hendra bahwa selama ini Pemkab juga sudah melibatkan pihak swasta untuk pemberian CSR bagi permasalahan stunting. Itu telah diberikan oleh PT Japfa, PT Nataran Mining, dan PT Danone.

“Pemberian bantuan pangan berupa telur, susu, dan daging, itu sudah dilakukan dan kami minta dilanjutkan,” kata Hendra.

Pemkab Tanggamus juga telah menetapkan penggunaan Dana Desa tiap pekon untuk penurunan stunting. “Dasarnya Perbup nomor 6 tahun 2021 tentang Tata Cara Pembagian dan Pedoman Penggunaan Dana Desa serta nomor 2 tahun 2019 tentang Optimalisasi Penurunan Stunting Kabupaten Tanggamus,”pungkas Hendra.(ehl/rnn/wdi)



  • Bagikan