Catat, Polda Janji Telusuri Anggota Polisi Diduga Aniaya Pegawai Toko Ponsel

  • Bagikan
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad. FOTO PRIMA IP/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Beredarnya video dugaan korban salah sasaran oleh aparat kepolisian saat pengamanan aksi menolak Undang-Undang Cipta Kerja, Rabu (7/10) malam lalu akhirnya mandapat respon Polda Lampung.

Saat dikonfirmasi Radarlampung.co.id, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad menuturkan, beredarnya video tersebut menjadi bahan evaluasi dan analisa pimpinan mengenai tindakan anggotanya.

Di mana, menurut Pandra, pimpinan polri telah berpesan pengamanan harus disampaikan dengan persuasif dan humanis dalam mencegah hal tidak diinginkan. “Prinsipnya kalau masih ada anggota yang anarkis tentu menjadi perhatian Bidpropam,” ujarnya, Jumat (9/10).

Secara otomatis, lanjut dia, beredarnya berbagai video di media menjadi perhatian pimpinan, untuk memberi arahan kepara anggota. “Tapi kalau memang keluarga mau laporan jalurnya melalui Propam, nanti akan dianalisa siapa saja yang melakukan,” terangnya.

Baca Juga:   Penyelidikan Kasus Dugaan Pemerasan di Inspektorat Lamsel Masih Temui Kendala

Ditannya, apakah pihak kepolisian akan mengunjungi korban salah sasaran yang terluka, Pandra mengaku akan mengkoordinasikan hal tersebut. “Baik, dikordinasikan,” ucapanya.

Baca: Waduh, Karyawan Toko Ponsel Diduga Jadi Korban Salah Sasaran Oknum Polisi

(pip/sur)




  • Bagikan