Cegah Karhutla, Minta Warga Tak Bakar Sampah Sembarangan

  • Bagikan
Petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api akibat kebakaran lahan beberapa waktu lalu. Foto Dok. M. Zainal Arifin/Radarlampung.co.id
Petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api akibat kebakaran lahan beberapa waktu lalu. Foto Dok. M. Zainal Arifin/Radarlampung.co.id

Radarlampung.co.id – Pemkab Tulangbawang (Tuba) mengimbau warga agar tidak membakar sampah secara sembarangan. Apalagi sampah yang dibakar berada di area lahan kering yang rawan terjadi kebakaran.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulangbawang Kenedy mengatakan, pihaknya meminta warga masyarakat untuk mewaspadai terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan tidak membakar sampah secara sembarangan.


“Kami minta masyarakat untuk waspada, jangan membakar sampah atau membuang puntung rokok di sembarang tempat, karena bisa menyebabkan kebakaran. Sebaiknya mari sama-sama waspada mengantisipasi kebakaran di sekitar lingkungan kita,” katanya, Kamis (21/10).

Tidak hanya itu, Kenedy juga berpesan kepada masyarakat agar tetap menjaga kebersihan lingkungan dan jangan membakar hutan dan lahan.

Baca Juga:   Lampaui Target Nasional, Pemkab Tuba dan TNI-Polri Gencarkan Vaksinasi Door to Door

Hal yang sama juga disampaikan Plt. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Tulangbawang Dedi Palwadi.

Menurutnya, untuk mencegah terjadinya Karhutla segenap masyarakat harus lebih peduli kepada hutan, lahan, dan lingkungan sekitar. Selain itu, masyarakat juga diminta lebih peka terhadap gejala perubahan alam.

“Penanggulangan kebakaran hutan dan lahan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, melainkan harus dilakukan secara sinergis oleh semua pihak,” ungkapnya.

Dilanjutkan, petugas pemadam kebakaran akan selalu siaga jika terjadi bencana kebakaran. Seperti kebakaran lahan yang terjadi beberapa saat lalu di jalan lintas sumatera (jalinsum) kelurahan Menggala Kota.

Danru Damkar DPKP Tulangbawang Heri Iswanto mengatakan, kebakaran lahan yang terjadi di wilayah tersebut seperti menjadi agenda tahunan.

Baca Juga:   Kasus Pengeroyokan Siswa SMP di Menggala Berujung Laporan Polisi

Untuk penyebab, ia belum dapat menyimpulkan apakah gara-gara oknum warga yang membuka lahan dengan cara dibakar atau murni kebakaran. Sebab, lanjutnya, sumber api berada jauh dari Jalinsum.

“Hanya yang menjadi kendala kita, asapnya menggangu arus lalulintas dan pengguna jalan,” kata Heri.

Untuk itu, ia mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sengaja. Terlebih setelah melakukan pembakaran tidak ditunggu. (nal/sur)





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan