Cegah Paham Radikalisme, Warga Tak Boleh Apatis

  • Bagikan
AKBP POPON ARDIANTO SUNGGORO
AKBP POPON ARDIANTO SUNGGORO

radarlampung.co.id-KS alias BS, warga desa Gunung Rejo Wayratai, Pesawaran diciduk polisi lantaran diduga terlibat jaringan terorisme beberapa waktu lalu.

Terkait hal ini, Kapolres Pesawaran AKBP Popon Ardianto Sunggoro berharap agar masyarakat berperan aktif untuk memberikan informasi jika terdapat gerak-gerik yang mencurigakan di tengah lingkungannya.


“Karena informasi dari awal itu dari masyarakat, sehingga dibutuhkan peran serta dari masyarakat. Jangan apatis dan harus peduli dengan lingkungan,”ungkap Popon kepada radarlampung.co.id pada Minggu (24/3)

Dikatakan, salah satu upaya pihak Polres Pesawaran untuk mengantisipasi masuknya faham radikalisme di Pesawaran yakni memberikan sosialisasi melalui Bhabinkamtibmas kepada masyarakat.

“Kalau untuk membunuh sel-sel (Teroris,Red) ya kita nggak bisa, tapi mencegah. Dan memutus mata rantai biasanya itu tim Densus. Kalau kita lebih kepada sosialisasi kepada masyarakat agar tidak gampang disusupi,”ucapnya

Baca Juga:   LPG Bocor, Satu Unit Rumah di Panjang Terbakar

Menurutnya, mudah dan tidaknya masyarakat untuk disusupi oleh faham radikalisme itu bergantung pada masyarakat itu sendiri. Dan dianalogikan sama seperti hipnotis. Dimana para teroris mencari celah terhadap kondisi seseorang.

Kuncinya lanjut Popon apabila keluarga dan tetangga yang mencurigakan, sebaiknya melaporkan hal tersebut terlebih dahulu ke polsek terdekat.

“Mencurigakan kan bisa macam-macam. Dan bukan berarti itu teroris. Namun itu (teroris) tidak akan membuat kita gentar juga,” tandasnya (ozi/wdi)




  • Bagikan