Cekcok Lantaran Anak, Pria Ini Tusuk Tetangga

  • Bagikan
Muhammad Ponco Prasetio (41) diamankan petugas Polsek Kedaton, Bandarlampung, Selasa (26/10). Ponco diciduk polisi lantaran usai menusuk tetangganya, M. Zainal (54) hingga tewas. Pelaku sendiri diamankan di kawasan Pahoman, Telukbetung, Bandarlampung pada Senin (25/10) siang. Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id
Muhammad Ponco Prasetio (41) diamankan petugas Polsek Kedaton, Bandarlampung, Selasa (26/10). Ponco diciduk polisi lantaran usai menusuk tetangganya, M. Zainal (54) hingga tewas. Pelaku sendiri diamankan di kawasan Pahoman, Telukbetung, Bandarlampung pada Senin (25/10) siang. Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Muhammad Ponco Prasetio (41), warga Samratulangi, Penengahan Raya, Kedaton, Bandarlampung hanya dapat tertunduk lesu. Kedua tangannya diborgol dan dikawal petugas kepolisian.

Pria paruh baya ini diamankan usai menusuk tetangganya, M. Zainal (54) hingga tewas. Pelaku sendiri diamankan di kawasan Pahoman, Telukbetung, Bandarlampung pada Senin (25/10) siang.


Kapolsek Kedaton, Kompol Ery Hafri mengatakan, peristiwa itu berawal dari adanya pertengkaran antara anak pelaku dan korban.

Pelaku yang marah lantaran hal tersebut, kemudian mendatangi rumah korban. Berdasarkan laporan, peristiwa itu terjadi pada 18 Oktober 2021, sekitar pukul 20.30 wib.

“Jadi awalnya anak-anak pelaku dan korban ini bertengkar. Karena belum terselesaikan, kemudian pelaku mendatangi rumah korban,” katanya.

Baca Juga:   Tertimpa Tembok Pagar, Satu Pekerja Tewas, Satu Luka-luka

Hal tersebut, sambung dia, justru menciptakan perselisihan diantara korban dan pelaku. Pelaku yang gelap mata, kemudian mengeluarkan pisau dapur yang disimpan dibalik jaketnya dan menusuk korban.

Pelaku diketahui menusuk korban sebanyak tiga kali, satu tusukan diantaranya menyebabkan luka yang fatal. Korban pun segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

“Korban sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit sebelum akhirnya meninggal dunia. Sementara pelaku sempat melarikan diri setelah kejadian itu,” katanya.

Namun, sambung dia, pelaku berhasil diamankan di tempat persembunyiannya di kawasan Pahoman, Bandarlampung.

“Kita segera melakukan pendekatan kepada kedua keluarga. Baik korban maupun pelaku, sehingga akhirnya pelaku dapat kita bekuk di tempat persembunyiannya,” sambung dia.

Baca Juga:   Tiga Rumah Terbakar

Atas peristiwa tersebut, pelaku akan dijerat dengan pasal 351 KUHPidana, tentang penganiayaan berat serta kurungan penjara selama tujuh tahun.

“Namun tidak menutup kemungkinan, pelaku akan dikenakan pasal lainnya. Untuk itu saat ini kita masih melakukan pemeriksaan mendalam terkait kasus ini,” tandasnya.

Sementara itu, kepada petugas pelaku mengaku hilaf melakukan perbuatannya. “Saya hilaf, karena anak saya dimarahin sama korban,“ katanya.

Meski begitu, pelaku mengaku tidak berniat untuk membunuh korban. “Saya nggak niat membunuh, tapi saya cuma emosi saja,” ujarnya. (Ega/yud)





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan