Challengers dari 34 Provinsi se-Indonesia Bersaing di DBL Play Skills Competition

  • Bagikan
Foto Peserta DBL Sklilss Competition 2. FOTO IST.

• Diikuti Ribuan Student Athlete Dari 150 Kota/Kabupaten
• Baru Tiga Hari Berjalan, Terkumpul 3.000 Video Tantangan
• Peserta Asal Langsa (Provinsi Aceh) Puncaki Sementara Leaderboard Nasional

RADARLAMPUNG.CO.ID – Kompetisi basket virtual pertama di Indonesia, DBL Play Skills Competition 2020 telah dimulai sejak Jumat (16/10). Meski harus melakoni pengalaman baru, antusias luar biasa ditunjukkan ribuan student athlete se-nusantara untuk ikut berpartisipasi.

Mereka berasal dari 150 kota/kabupaten. Mewakili seluruh provinsi di Indonesia yang berjumlah 34 (provinsi). Dari Aceh hingga Papua.

Selama enam pekan ke depan, mereka akan saling beradu skill olahraga basket melalui platform apikasi digital DBL Play. Untuk mengejar gelar bergengsi sebagai anggota DBL Play Elite Players.

“Masa pandemi ini justru memberikan kami ide memperluas cakupan DBL Indonesia. Melalui DBL Play Skills Competition ini. Bila biasanya kami menggerakkan anak muda bermain basket lewat kompetisi di lapangan (Honda DBL) yang berlangsung di 30 kota dari 22 provinsi, kini kami bisa bertemu dengan lebih banyak lagi student athlete di seluruh pelosok negeri, bahkan di luar negeri, lewat platform digital,” ujar Azrul Ananda, CEO dan Founder DBL Indonesia.

Azrul mengaku bangga dengan tingginya antusiasme para student athlete dari seluruh penjuru nusantara yang berpartisipasi pada DBL Play Skills Competition. Ini sekaligus menjadi bukti keseriusan DBL Indonesia dalam breaking the barrier atau mendobrak batasan penghalang perkembangan basket di Indonesia.

DBL Play Skills Competition ini, lanjut Azrul, setidaknya telah menjawab harapan banyak anak muda Indonesia yang menginginkan DBL Indonesia menjalankan program di daerahnya. Tercatat, beberapa peserta DBL Play Skills Competition ini berasal dari beberapa kota atau kabupaten, bahkan provinsi, yang selama ini belum dikunjungi DBL Indonesia. Seperti Bengkulu, Palu, Batam, Ambon, dan lain-lainnya.

”Sekarang, kami bisa melihat talenta basket dari seluruh daerah, tanpa terkecuali,” sambung Azrul.

Selama enam pekan ke depan, terdapat total 60 tantangan yang harus diselesaikan oleh para peserta. Terdiri dari 32 daily challenges (tantangan harian) dan 24 weekly challenges (tantangan mingguan). Tantangan ini disusun bersama DBL Academy, akademi basket terbesar di Indonesia yang juga bagian dari DBL Indonesia selaku penyelenggara DBL Play Skills Competition ini.

Azrul Ananda, CEO dan Founder DBL Indonesia. FOTO IST.

Materi-materi tantangan ini berdasar pada kurikulum hasil kerjasama DBL Academy dengan World Basketball Association.

Saat menjalankan tantangan, peserta diminta memvideokan dirinya, dan mengunggahnya ke aplikasi DBL Play. DBL Indonesia kemudian akan menilai setiap unggahan dan memberikan poin serta berbagai tingkatan badge reward sesuai unggahan peserta. Poin yang terkumpul inilah yang akan menentukan posisi peringkat peserta pada National Leaderboard (ranking nasional) maupun Conference Leaderboard (ranking wilayah).

Detail terkait sistem dan cara bermain pada kompetisi basket virtual pertama di Indonesia ini bisa mengunjungi DBL.id atau download aplikasi DBL Play melalui Google Play Store atau AppStore.

Terdapat enam pembagian wilayah (Conference). Yaitu, Northwest Conference (seluruh provinsi di Sumatera dan kepulauan sekitarnya), North (seluruh Kalimantan); Northeast (seluruh Sulawesi), West (Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat), Central (Jawa Timur, Jawa Tengah, D.I. Jogjakarta, Bali), dan East (NTB, NTT, Maluku, dan Papua).

Sejak hari pertama tantangan dimulai pada week-1 (pekan pertama) hingga hari ketiga, terus terjadi pergeseran peringkat pada National Leaderboard maupun Conference Leaderboard. Menurut update tim juri, hingga hari ketiga saja, tercatat sebanyak 3 ribu video tantangan telah berhasil diunggah oleh para peserta. Berarti, rata-rata sebanyak seribu video diselesaikan oleh para peserta tiap harinya!

Posisi pemuncak ranking nasional putra untuk sementara ditempati oleh Hishnu Ghaitsul. Student athlete berusia 16 tahun asal SMAN 1 Langsa (Provinsi Aceh) ini menduduki puncak leaderboard nasional. Ia meraup 722 poin.

Hishnu berhasil menggeser posisi Nicholas Andika dari SMA Warga Surakarta, yang sebelumnya bertahan di peringkat pertama klasemen nasional tiga hari beruntun.

Bukan hanya di pucuk klasemen nasional saja, Hishnu juga merangsek langsung menduduki posisi pertama di Northwest Conference. Pemain ini sudah menyelesaikan total 8 challenge hingga hari keempat DBL Play Skills Competition. Rinciannya 4 daily challenges dan 4 weekly challenges.

Hishnu mengaku bersyukur bisa memimpin leaderboard nasional, walau masih sementara. “Greget juga bisa peringkat pertama sementara ini, apalagi lawannya se-Indonesia. Awalnya takut, tapi aku memotivasi diri sendiri waktu kerjain challenge-nya,” ucapnya.

Namun, hal itu tidak membuatnya di atas angin. Dirinya sadar, kompetisi masih panjang. Tak sedikit student athlete yang siap merebut posisi pertama di klasemen. “Dari pulau Jawa sih, mereka keras. Yang buat aku deg-degan ada yang Timnas U-16 sama dari DBL Academy. Tapi, overall anak basket Indonesia jago-jago banget bisa jadi lawan yang sengit,” ucapnya.

Tekadnya yang kuat itu didasari oleh misinya membawa nama baik kota Langsa. “Aku pengen ngangkat nama kota kecil ini (Langsa), sekaligus banggain SMAN 1. Biar orang-orang notice kalau di kota kecil ada basket yang bagus,” tegasnya.

Dari persaingan kelompok putri, posisi teratas leaderboard nasional untuk sementara ditempati oleh Rossane Elysa Lael dari SMA Warga Surakarta. Peserta dari Central Conference ini telah menyelesaikan delapan tantangan, terdiri dari empat weekly challenge dan empat daily challenge dengan mengumpulkan total 707 poin.

Mengingat batas waktu penyelesaian tantangan pekan pertama (week-1) masih menyisakan dua hari lagi, pergeseran peringkat baik national maupun conference leaderboard masih memungkinkan terus terjadi. Begitu pula pada pekan kedua hingga pekan terakhir (keenam) nanti.

“Setiap misi kami pilih dan desain secara hati-hati, sehingga pemain terus tertantang. Setiap waktu, pemain bisa saling geser posisi. Tidak ada posisi aman. Konsistensi berperan sangat penting untuk bisa terus masuk ke papan teratas hingga pekan terakhir (keenam) nanti,” ujar Erwin Triono, Basketball Director DBL Academy yang juga mantan pemain dan pelatih basket di liga profesional Indonesia.

Coach Erwin menambahkan, meskipun pekan pertama sudah dimulai, masih terbuka kesempatan bagi student athlete se-Indonesia yang belum terdaftar untuk ikut bergabung sebagai peserta DBL Play Skills Competition. ”Segera registrasi melalui aplikasi DBL Play dan lengkapi persyaratannya. Mudah banget kok!” ungkapnya.

Nantinya, akan dipilih masing-masing lima pemain terbaik putra dan lima putri dari masing-masing leaderboard Conference atau wilayah, serta dua puluh pemain terbaik putra dan dua puluh putri di leaderboard nasional, untuk bertarung di Babak Playoff.

Total, ada 50 pemain putra dan 50 putri yang akan bersaing kembali untuk mencapai peringkat sepuluh pemain putra dan sepuluh pemain putri terbaik di Indonesia. Mereka akan mendapatkan gelar DBL Play Elite Players. (rls/sur)




  • Bagikan