Ciamik, Ini Daftar Capaian 1,5 Tahun Unila Dipimpin Profesor Karomani

  • Bagikan
Rektor Unila Prof. Karomani. FOTO RURI/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pasca di lantik menjadi Rektor Universitas Lampung (Unila) pada 2019 lalu, kepemimpinan Prof Karomani sebagai Rektor kini memasuki usia satu setengah tahun. Dalam periode kepemimpinan ini, Jubir Rektor Unila, Kahfie Nazaruddin, M.Hum membagikan pokok evaluasi diri rektor.

“Dengan publikasi ini diharapkan seluruh masyarakat, pemerintah, dan swasta mendapat akses tangan  pertama mengenai perkembangan mutakhir Unila. Pada gilirannya, akses tersebut memungkinkan  terbangun sinergisitas di antara seluruh elemen bangsa di Provinsi Lampung. Hanya sinergisitas mampu memajukan provinsi ini menjadi Lampung Berjaya,” jelas Kahfie.

Pertama terkait SMA YP Unila. Dalam meningkatkan secara signifikan penghasilan Unila dari SMA YP Unila setelah dilakukan penertiban dan membeli lahan untuk pengembangan SMA YP Unila. Kedua, efisiensi pegawai. Rektorat lanjutnya, melakukan rasionalisasi jumlah pegawai tenaga kependidikan dan mengikis dampak buruk nepotisme.

Baca Juga:   Smart and Low Cost Thermal Camera untuk Deteksi Suspect Covid-19 di Kerumunan

“Terkait guru besar, dibawah kepemimpinan Rektor Unila Prof Karomani, telah menambah jumlah guru besar dalam kelipatan yang belum pernah terjadi. Kemudian juga telah meloloskan dosen FEB Unila Prof. Yuliansyah menjadi ketua L2Dikti Wilayah II. Adapun Prof Karomani terpilih sebagai ketua Forum Rektor Penguat Karakter Bangsa (FRPKB), yang berisikan forum dari 45 PTN dan PTS. Melalui forum itu Unila bisa cepat berkomunikasi dengan Kemendikbud dan Kemenristek. Rektor Unila sempat diminta menjadi ketua Badan Kerja Sama (BKS) PTN Wilayah Barat, tetapi menolak karena kesibukan di FRPKB dan Forum Rektor Indonesia,” jelasnya.

Kemudian soal Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Unila, setelah tahun-tahun sebelumnya hanya sampai RP275 miliar. Tahun ini, lanjutnya, PNBP Unila meningkat jadi Rp320 miliar. Sehingga berpengaruh terhadap naiknya remunerasi dan gaji tenaga kontrak.

Baca Juga:   Pendaftaran SMMPTN Dibuka

Terkait Pinjaman Asia Development Bank (ADB), Unila juga mendapat pinjaman Rp600 miliar yang digunakan untuk pembangunan pada 2022. “Kemudian Masjid Al-Wasi’i mulai akan dibangun menjadi masjid kampus berkapasitas 8 ribu jamaah pada tahun ini. Terkait Kebersihan kampus, Unila juga telah membangun kampus bersih dan meningkatkan kesadaran warga Unila untuk menjaga kebersihan,” tambahnya.

Sedangkan terkait penghargaan akademik/ nonakademik, Unila telah memberikan penghargaan akademik baik doktor dan professor honoris causa dan penghargaan nonakademik kepada pihak yang berjasa dalam pembangunan dan pengembangan Unila.

Unila juga telah menata regulasi dengan menerbitkan peraturan rektor mengenai banyak masalah yang belum tertata, seperti bea siswa, dosen kontrak, penghargaan. “Unila juga telah menertibkan koperasi Unila yang selalu semrawut dengan menghentikan dulu potongan untuk koperasi. Kemudian, Unila mengajukan uji materi ke Mahkamah Agung mengenai batas usia pensiun PNS guru besar. Selain itu juga memperluas akses menjadi mahasiswa Unila bagi lulusan sekolah dan pesantren melalui jalur undangan ke semua fakultas Unila dan mencarikan bea siswa bagi mereka yang diterima,” jelasnya.

Baca Juga:   Alumni Universitas Teknokrat Indonesia Gawangi IT Kemenkeu

Kahfie menambahkan, Unila juga berperan dalam memajukan kebudayaan Lampung dengan mendirikan Program Studi S-1 Pendidikan Bahasa Lampung, pembangunan dua rumah adat Lampung, pembuatan film mengenai pahlawan nasional Radin Inten II, membuka pusat studi Lampung,” tandasnya. (rma/wdi)



  • Bagikan