Cintai Rupiah dengan Menjaga dan Merawatnya

  • Bagikan
Pemaparan terkait cinta bangga paham rupiah oleh Bank Indonesia Provinsi Lampung. Foto Ruri/Radarlampung.co.id
Pemaparan terkait cinta bangga paham rupiah oleh Bank Indonesia Provinsi Lampung. Foto Ruri/Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Uang Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara yang harus dibanggakan dan dihormati. Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung melalui workshop jurnalistik mengedukasi terkait cinta bangga paham Rupiah.

Kepala Seksi Layanan Bank Non Bank Hendra Irawan mengatakan, cinta rupiah merupakan perwujudan dari kemampuan masyarakat untuk mengenal karakteristik dan desain rupiah, memperlakukan rupiah secara tepat, menjaga diri dari kejahatan uang palsu.


Lalu bangga rupiah adalah implementasi dari kemampuan masyarakat untuk memahami rupiah sebagai alat pembayaran yang sah, simbol kedaulatan NKRI, dan alat pemersatu bangsa.

“Sedangkan, paham rupiah ialah perwujudan kemampuan masyarakat untuk memahami peran rupiah dalam peredaran uang, stabilitas ekonomi, dan fungsinya sebagai alat penyimpan nilai,” katanya.

Ia memaparkan, mencintai rupiah dengan mengenali, merawat, dan menjaga. Cinta rupiah dengan mengenali ciri keasliannya dengan diraba, dilihat, dan diterawang. Mencintai rupiah dengan merawatnya dapat dilakuoan dengan tidak melipat uang, dicoret, dibasahi, diremas, ataupun distapler.

Baca Juga:   Allianz Life Hadirkan Solusi Perlindungan dan Perencanaan Tujuan Keuangan

“Sementara untuk menjaga rupiah, dengan tidak memalsukan uang rupiah, tidak menyimpan uang palsu ataupun mengedarkan dan membelanjakan uang palsu,” jelasnya.

Ia menerangkan, ada kriteria khusus bagi masyarakat untuk dapat menukar uang lusuh dan uang rusak. Penukaran uang lusuh akan diterima jika keadaan uang dalam keadaan utuh 100 persen, dan uang lusuh merupakan uang rupiah asli.

“Selama uang lusuh itu asli dan tidak ada sobek-sobek, akan diberikan penggantian sebesar nilai nominal,” katanya.

Sedangkan, jika uang rusak, akan diberikan penggantian selama memenuhi syarat penukaran. Uang rusak merupakan uang rupiah asli yang luar permukaannya tidak utuh 100 persen, misalkan ada bagian yang hilang akibat kebakaran, atau terdapat lubang dalam uang tersebut.

Baca Juga:   Promo Super Dahsyat Disambut Antusias, Hampir 112 Ribu Pelanggan PLN Nikmati Tambah Daya Hanya Rp 202.100

“Uang yang bisa ditukar jika ada yang bolong, atauada bagian yang hilang dengan syarat uang harus asli, luas permukaan uang yang tertingal itu harus berukuran 66,67 persen. Bisa diukur secara manual, atau bisa datang ke BI  kami punya alatnya, jadi akan ketahuan berapa persen sisa luas permukaan uangnya. Itu jika hilang kiri atau kanan, atas atau bawah,” ungkapnya.

Sedangkan, jika hilangnya bagian tengah, selain syarat di atas, ada tambahan syarat lainnya, yakni bagian kiri atau kanan memang pasangannya, yang dilihat melalui nomor seri yang utuh. (rur/sur)




  • Bagikan