Ciptakan Produk Berdaya Saing, BPOM Intervensi 1.000 UMKM Lampung

  • Bagikan
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI tengah memastikan keamanan pangan 1.000 produk UMKM Lampung. Foto Rima Mareta/radarlampung.co.id

radarlampung.co.id – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI melakukan intervensi keamanan pangan bersama 1.000 Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Lampung. Kegiatan berlangsung di Lantai III Balai Keratun, Pemprov Lampung, Kamis (26/9).

Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha BPOM Dewi Prawita Sari mengatakan, intervensi ini dilakukan untuk memastikan keamanan berbagai produk olahan Lampung, khusunya untuk 1.000 UMKM.

“Di tahun ini, kami telah melakukan intervensi disebanyak 10 Provinsi se-Indonesia. Lampung juga masuk dengan melibatkan 1.000 UMKM dari 8.000 UMKM se-Indonesia. Ini dilakukan karena potensi UMKM di Lampung cukup besar,” kata Dewi saat memberikan sambutan.

BPOM sediri, sambung dia, memiliki target industri rumahan dan bukan industri berskala besar dengan sasarannya tidak hanya makanan yang terkemas. “Jadi target kami adalah industri rumah tangga. Kemudian untuk jenisnya tidak hanya makanan kemasan, tapi juga makanan siap saji. Seperti bakso, soto dan gorengan yang ada dilingkungan kita,” ujarnya.

Baca Juga:   Pimpinan HK Cabang Bakter Kunjungi Radar Lampung

Menurut dia, kegiatan ini dimaksudkan untuk menciptakan berbagai produk UMKM yang berdaya saing. “Untuk itu peran Pemda juga harus dilakukan dengan melakukan pembinaan,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Pj. Sekprov Lampung Fahrizal Darminto menilai, pengawasan terhadap makanan olahan memang harus dilakukan agar produk yang dihasilkan aman, berkualitas dan bergizi.

“Maka kita soroti dan berikan jaminan di kantin-kantin sekolah. Itu mesti dibina jangan sampai makanan yang dikonsumsi pelajar kita tidak aman, apalagi mengandung pewarna, pengawet dan sebagainya,” kata Fahrizal. (rma/kyd)



  • Bagikan