Cium Bendera Merah Putih, Napi Teroris di Lampung Ini Ikrar Setia Kepada NKRI

  • Bagikan
Narapidana terorisme Nurhasanah alias Nana saat mencium bendera merah putih usai mengucap ikrar kepada setia NKRI di Lapas Perempuan Kelas llA Bandar Lampung, Selasa (6/4). Foto M. Tegar Mujahid/ Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Salah seorang narapidana teroris (napiter) wanita Nurhasanah alias Nana binti Japar mengikrarkan diri untuk kembali setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Nurhasanah merupakan napiter kasus bom panci di Indramayu, Jawa Barat,

Kegiatan penandatanganan surat pernyataan dan ikrar setia kepada NKRI itu dilakukan di Lapas Perempuan Kelas IIA Bandarlampung, tempat Nurhasanah menjalani hukuman, Selasa (6/4).


Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Bandarlampung Putranti Rahayu menjelaskan, napiter tersebut memang sudah lama berkeinginan untuk ikrar ke NKRI. “Dan dia berjanji tidak mengulanginya lagi terorisnya itu yang penting. Jadi kami sengaja mengundang media, agar masyarakat juga tahu bahwa mereka ini apabila dibina dengan benar akan kembali ke NKRI,” katanya.

Baca Juga:   Sidang Gugatan 23 KK ke Pemprov Lampung Digelar, Penggugat Disarankan Siapkan Resume Tertulis

Selama ini pihaknya juga terus memberikan pemahaman kepada Nana. “Jadi sekarang kita buktikan itu, apabila mereka (napiter) bisa berubah. Pun mau masuk dan kembali berikrar ke NKRI,” kata dia.

Selama di lapas, Nana juga sering bergaul dengan napi lainnya. Dia juga aktif mengikuti kegiatan keterampilan yang diadakan oleh pihaknya. “Sehingga ketika dia keluar nanti dia bisa menjadi sosok yang mandiri. Juga bekerja keras. Apalagi Nana ini kan enggak punya suami, namun masih mempunyai tanggungan anak. Maka dari itu kami berikan bekal keterampilan, seperti menjahit,” ucapnya.

Nana sendiri lanjut dia, telah menjalani pidana sejak 2018 lalu. Dan dirinya harus menjalani hukuman pidana selama 6 tahun.

Baca Juga:   Polisi Selidiki Indentitas Mayat Anonim

“Di undang-undang Perkemenkumham itu ada peraturannya. Bahwa napiter bisa diberikan akses untuk mendapat remisi. Nah tadi Nana sendiri sudah berikrar dan sudah tanda tangan tidak akan menjadi teroris lagi,” jelasnya.

Selama didalam pendampingan itu, Nana sendiri mengakui bahwa dia orang NKRI. Karena Nana sendiri juga menjelaskan apabila dirinya lahir di Indonesia. “Memang ada satu pemahaman bahwa dia ini sudah keluar dari Indonesia dan mengikuti ISIS,” ungkapnya. (ang/wdi)





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan