Curah Hujan Tinggi, 353 Rumah dan 2.292 Hektare Sawah di Tuba Dilanda Banjir

  • Bagikan
Petugas BPBD Tulangbawang meninjau lokasi terdampak banjir. Foto BPBD Tulangbawang
Petugas BPBD Tulangbawang meninjau lokasi terdampak banjir. Foto BPBD Tulangbawang

Radarlampung.co.id – Curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan empat kecamatan di Kabupaten Tulangbawang dilanda banjir.

Empat kecamatan tersebut yakni: Rawapitu, Penawaraji, Gedungaji, dan Gedungaji Baru.



Selain tingginya curah hujan, banjir juga disebabkan oleh naiknya volume air Way Tulangbawang yang mengakibatkan meluap dan menggenangi beberapa wilayah di bantaran sungai.

Berdasarkan data BPBD Tulangbawang, banjir yang melanda kecamatan Rawapitu menggenangi 66 unit rumah, 1.271 hektare tanaman padi berumur 15 hingga 30 hari, 3 hektare tanaman palawija atau sayuran, dan 9 fasilitas umum di Kampung Sumberagung.

Baca Juga:   Kunker ke Rawajitu, Bupati Winarti Paparkan Hasil Pembangunan

Sementara di Kecamatan Penawaraji, banjir merendam 50 hektare tanaman padi berumur 15 hingga 30 hari di Kampung Gedungasri, 53 hektare sawah di Kampung Sumbersari, dan 25 hektare sawah di Kampung Sukamakmur.

Di Kecamatan Gedungaji, 20 unit rumah warga dan 600 hektare sawah berumur 15 hingga 30 hari terendam. Sebagian besar, banjir terjadi di Kampung Bandaraji Jaya.

Sementara itu, di Kecamatan Gedungaji Baru air menggenangi 131 rumah warga, 60 hektare padi berumur 7 sampai 30 hari, 23 hektare tanaman palawija atau sayuran, dan enam fasum di Kampung Mekarsari.

Baca Juga:   Tingkatkan Pendapatan Sektor Pajak, Pemkab Tuba Akan Tambah Tapping Box

Tidak hanya itu, 136 unit rumah warga di Kampung Mesir Dwi Jaya juga terendam. 233,5 hektare sawah dan 3 hektare tanaman palawija, serta tujuh fasum juga terkena banjir.

Sekretaris BPBD Tulangbawang Nurwansyah mengatakan, banjir yang melanda empat kecamatan tersebut telah berlangsung selama sepekan terakhir.

“Data sementara ada sekitar 353 unit rumah, 2.292,5 hektare lahan sawah, 29 hektare lahan palawija atau sayuran, dan 22 fasum yang terkena dampak banjir,” katanya mendampingi Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Tulangbawang Kanedy, Kamis (13/1).

Ditanya soal pengusulan bantuan, pihaknya mengungkapkan jika telah mengajukan. Saat ini, lanjutnya, pihaknya masih menunggu realisasi bantuan pemerintah pusat yang diajukan melalui BPBD Lampung.

Baca Juga:   MPP Tuba Jadi Percontohan Dua Provinsi

Sementara itu, untuk bantuan di bidang pertanian BPBD telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian setempat.

Diketahui, beberapa wilayah di Kabupaten Tulangbawang sendiri menjadi daerah langganan banjir setiap tahunnya.

Hal tersebut karena beberapa wilayah berada di bantaran Way Tulangbawang yang selalu meluap jika memasuki musim penghujan.

BPBD Tulangbawang sendiri mencatat. Sedikitnya 45 kampung/kelurahan di 13 kecamatan berpotensi terkena dampak banjir. Baik akinat luapan Way Tulangbawang maupun tingginya curah hujan. (nal/sur)






  • Bagikan