Curah Hujan Tinggi di Mesuji, Produksi Karet menurun, Namun Harga kian Membaik

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID – Tingginya curah hujan di wilayah Mesuji, membuat petani karet tidak bisa beraktifitas seperti biasa. Hal ini sudah terjadi dalam dua pekan terakhir. Sehingga membuat petani karet cukup terhambat dan harus menunggu hujan berhenti.

“Ya Sejak pertengahan bulan Oktober hujan terus, gimana mau menyadap karet soalnya selalu hujan,” kata petani karet di Desa Brabasan Kecamatan Tanjung Raya Mesuji kepada radarlampung.co.id Selasa (19/10) petang.


Sebab Saat hujan, tanaman karet sama sekali tidak dapat disadap, sehingga petani memilih berhenti menyadap sementara waktu.

“Kalau tetap menyadap karet, akan percuma karena curah hujan akan menghabiskan getah karet yang ada di dalam mangkuk sadapan. Selain itu, jika batang karet basah maka getah karet akan mengalir tidak melewati alur sadapan,” katanya.

Baca Juga:   HKN ke-57 Jadikan Momentum Mengubah Perilaku

Ia menyebutkan harga karet saat ini cukup bagus Rp 12.000 an per kilogram. Namun, pasokan dari petani relatif sedikit selama musim hujan Kualitas karet petani pun sangat rendah karena kadar air terlalu tinggi.

Seorang petani setempat lainnya, Hermanto, juga mengaku lebih sering tidak menyadap karet karena curah hujan terlalu tinggi.

“Biasanya seminggu sampai lima kali menyadap, namun saat ini paling banyak dua kali karena hujan turun hampir setiap hari,” kata dia.

Selain itu, kata dia, tanaman karet juga banyak yang terendam banjir hingga satu meter, terutama daerah yang berdekatan dengan sungai.

Sementara, Kepala Bagian Perekonomian Pembangunan (Ekbang) dan SDA Pemkab Mesuji, Arif Arianto mengatakan, Harga getah karet di Kabupaten Mesuji kian meningkat. Kini per kilogramnya telah mencapai Rp 12.375 perkilogram.

Baca Juga:   Susur Sungai Kabung, Tempat Wisata Baru di Mesuji

“Harga ini didapat dari PT. Tunas Baru Lampung (TBL). Jadi harga karet di PT. Tunas Baru Lampung (TBL) sebesar Rp.12.375 per kg. Karena Kita lakukan pengecekan setiap minggunya di pelan ini harganya kian membaik,” ungkap Arif.

Dengan kenaikan harga karet ini, maka secara otomatis dapat membantu peningkatan ekonomi masyarakat. Khususnya para petani dan warga yang memiliki kebun karet. (muk/yud)





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan